Awas ! Pilgub Lampung Rentan Gugatan

id Awas ! Pilgub Lampung Rentan Gugatan

Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti mengatakan, hasil atau produk-produk Komisi Pemilihan Umum Provinsi Lampung rentan terhadap gugatan.

"Pelaksanaan pemilihan gubernur Lampung yang cenderung seperti pemaksaan kehendak tanpa melihat aspek-aspek lainnya, bahkan seharusnya setiap tahapan memikirkan apa yang harus dilanjutkan," ujarnya, pada diskusi yang bertemakan `Maju Mundur Pilgub Lampung`, di Saung Wangi Bandarlampung, Kamis (20/3).

Menurutnya, pelaksanaan Pilgub Lampung 2014 tidak ada ubahnya seperti pemilu yang terjadi pada 2004, dengan seluruh penyelenggaranya harus masuk sel.

"Ini tinggal pilih saja, mau seperti itu atau segera diperbaiki, karena semua sudah memasuki tahapan bahkan tanpa ada gugatan seluruhnya menjadi legal di mata umum," ujar aktivis dari Jakarta itu lagi.

Ia berharap jangan sampai peristiwa tersebut terulang kembali, karena akan sangat merugikan masyarakat khususnya para peserta pemilu.

Menurut akademisi dari FISIP Universitas Lampung (Unila), Ari Damastuti, kajian atas permasalahan tersebut sudah selesai dibahas, namun sampai sekarang tidak ada gugatan sama sekali.

"Kajian akademis itu sudah selesai, masing-masing calon bahkan calon independen yang dirugikan saja tidak melakukan gugatan meskipun legalitas penyelengaranya masih diragukan," kata dia lagi.

Bahkan, akademisi dari Fakultas Hukum Unila, Yusdianto, menegaskan bahwa pelaksanaan pilgub Lampung sudah tidak relevan lagi karena ada hajat nasional yang harus disukseskan yaitu pemilu legislatif.

"Kesuksesan pemilu legislatif merupakan tujuan utama pelaksanaan pemilu baik di tingkat nasional maupun di Provinsi Lampung," kata dia lagi.

Menurut dia, urusan kelanjutan pilgub Lampung ke depan harus ditegaskan kembali oleh pusat, mengingat semua kebutuhan kandidat itu sangat besar.

"Jangan sampai terlalu besar merugikan kandidat serta masyarakatlah yang akan mendapatkan imbasnya," ujarnya pula.

Yusdianto juga menyebutkan, masyarakat yang mulai gencar dan serius menghadapi pemilu legislatif menjadi terpecah perhatian karena pelaksanaan pilgub.

"Sayang saja, kalau Lampung menjadi bahan uji coba yang bisa menghancurkan pemilu yang demokratis," ujarnya pula.


Pewarta :
Editor :
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.