Syarifah Bertekad Bebaskan Lampung dari Buta Huruf

id Syarifah Bertekad Bebaskan Lampung dari Buta Huruf

Syarifah Bertekad Bebaskan Lampung dari Buta Huruf

Syarifah Caleg Partai Demokrat untuk DPRD Provinsi Lampung. (FOTO: ANTARA LAMPUNG/Roy Baskara Pratama)

Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Syarifah (51), calon anggota legislatif dari Partai Demokrat untuk DPRD Provinsi Lampung nomor urut tiga, bertekad dapat membantu mengentaskan buta huruf yang masih dialami sejumlah warga Provinsi Lampung.

"Masyarakat di Provinsi Lampung khususnya kaum perempuan harus bebas dari buta huruf, terutama yang masih dialami warga pedesaan di Lampung," kata perempuan kelahiran 31 Agustus 1963, di Bandarlampung, Jumat (14/3).

Dia menyatakan, tingkat pendidikan yang masih rendah menjadi salah satu faktor utama yang membuat permasalahan buta huruf masih ada.

Karena itu, untuk menuntaskannya, pendidikan masyarakat harus ditingkatkan.

Ia menjanjikan, kelak apabila terpilih menjadi anggota legislatif akan mendorong adanya dukungan anggaran yang lebih untuk pendidikan agar masalah buta huruf tidak ada lagi.

Dia mengungkapkan bahwa di Kota Bandarlampung pun masih ditemui perempuan yang buta huruf, dan hal ini harus menjadi perhatian semua pihak.

"Banyak masyarakat yang tidak mengetahui tentang penggunaan anggaran pendidikan yang minimal harus mencapai 20 persen APBD tersebut, padahal sudah disiapkan agar tidak ada lagi masyarakat yang rendah pendidikannya," kata caleg dari Daerah Pemilihan (DP) I Kota Bandarlampung.

Ia menegaskan melalui pendidikan, masyarakat dapat memperbaiki kondisi perekonomian dan juga tidak akan ada lagi perempuan yang buta huruf.

Selain itu, istri dari Firmansyah ini mengungkapkan bahwa saat ini, kuota 30 persen untuk kaum perempuan harus dimaksimalkan dan caleg perempuan itu jangan kalah bersaing dengan laki-laki, baik dari sisi pengetahuan, sumberdaya politik maupun pengalaman dalam berpolitik.

"Kaum perempuan juga harus mampu memperjuangkan hak-hak kaum perempuan atau kesamaan gender," kata dia lagi.

Ibu dua orang anak ini mengatakan melalui pembekalan politik pada perempuan, diharapkan dapat menyumbangkan berbagai pemikiran yang cerdas untuk kemajuan daerahnya dalam bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi.

"Mari kita tunjukkan bahwa perempuan juga bisa menyelesaikan permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat, tanpa harus meninggalkan kodratnya," kata dia pula.

Pewarta :
Editor : Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.