Logo Header Antaranews Lampung

Serapan jagung Bulog Lampung tercatat 19 ribu ton selama 2025

Selasa, 20 Januari 2026 17:52 WIB
Image Print
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Lampung Rindo Safutra saat memberi keterangan terkait realisasi penyerapan jagung 2025. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.
Penyerapan ini tidak sesuai dengan target karena memang kami harus bersaing dengan pihak swasta.

Bandarlampung (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Lampung menyatakan bahwa serapan jagung pipil hasil panen petani di Provinsi Lampung selama 2025 mencapai 19 ribu ton.

"Mengenai komoditi jagung, selain melakukan pengadaan, kami juga melakukan serapan jagung pipil hasil panen petani selama 2025, yang jumlahnya mencapai 19 ribu ton," ujar Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Lampung Rindo Safutra di Bandarlampung, Selasa.

Ia mengatakan penyerapan jagung hasil panen petani tersebut dilakukan sesuai dengan ketentuan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas). Meski tidak mencapai target namun serapan jagung di Lampung ini menjadi tertinggi kedua secara nasional.

Masih belum terpenuhinya target penyerapan jagung hasil panen petani tersebut terjadi karena adanya persaingan dengan perusahaan swasta dalam penyerapan jagung.

"Penyerapan ini tidak sesuai dengan target karena memang kami harus bersaing dengan pihak swasta. Sebab mereka memiliki aturan yang lebih fleksibel seperti terkait kadar air dan bisa menetapkan harga yang lebih tinggi," ujar dia.

Dalam pelaksanaan penyerapan jagung petani, pihaknya akan tetap menerapkan harga sesuai ketentuan yakni harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp5.500 per kilogram, berlaku untuk jagung pipil kering dengan kadar air 18-20 persen, dan Rp6.400 untuk kadar air 14 persen.

"Kami masih menunggu juga jumlah pasti penugasan penyerapan jagung bagi Lampung di 2026, namanya penyerapan akan terus dilakukan tahun ini," katanya menambahkan.

Berdasarkan data Badan Pangan Nasional untuk Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) memiliki target serapan secara nasional sebanyak 60 ribu ton, dan capaian serapan Bulog hingga September 2025 sebanyak 76,9 ribu ton.

Dan target alokasi untuk pelaksanaan SPHP Jagung Peternak selama 2025 mencapai 52,4 ribu ton kepada 2.019 peternak dengan harga Rp5.500 per kilogram. Dan realisasi SPHP jagung selama 2025 secara nasional telah mencapai 51.211 ton kepada 3.578 peternak ayam ras petelur di 17 provinsi.

Baca juga: Produksi jagung Lampung naik 272 ribu ton di 2025

Baca juga: Polda Lampung sebut serapan jagung oleh Bulog capai 19.724 ton

Baca juga: Pemkab Lamsel perkuat ketahanan pangan nasional dengan panen raya



Pewarta :
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026