Bupati Lambar ajak Forkopimda gencarkan sosialisasi ancaman harimau

id Lampung barat,Bupati lambar ,Ancaman harimau

Bupati Lambar ajak Forkopimda gencarkan sosialisasi ancaman harimau

Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus saat menggelar rapat koordinasi terkait pembahasan isu viral di wilayahnya di Aula Kejaksaan Negeri setempat. ANTARA/HO/Kominfo Lambar

Lampung Barat (ANTARA) - Bupati Lampung Barat (Lambar), Parosil Mabsus meminta kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan instansi vertikal agar menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya ancaman binatang buas harimau.

“Langkah awal yang harus kita lakukan saat ini pendekatan secara humanis kepada masyarakat, lakukan sosialisasi bersifat imbauan, kemudian yang akan melakukan panen kopi agar tidak secara sendiri harus berkelompok,” kata Bupati Lambar Parosil Mabsus saat dihubungi dari Lampung Selatan, Senin.

Menurutnya, pendekatan secara humanis dapat memberikan pemahaman kepada warga yang bermukim di sekitaran kawasan hutan lindung Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), agar lebih mewaspadai ancaman harimau sumatera.

“Selain itu mungkin dari pihak Forkopimda bisa memberi penjelasan kepada masyarakat terkait aturan perambahan hutan kawasan,” katanya.

Dirinya menerangkan, permasalahan terhadap konflik satwa liar dengan manusia di wilayah Kabupaten Lampung Barat sudah berlarut-larut, dan belum ada penyelesaian.

"Karena permasalahan konflik satwa liar dengan manusia ini berlarut-larut sampai dengan saat ini belum ketemu solusi strategis yang harus ditempuh," katanya.

Sebagai informasi, sebelumnya seorang warga di Pemangku Kali Pasir, Pekon Sukabumi, Kecamatan Batu Brak, Kabupaten Lampung Barat, tewas diduga dimangsa harimau sumatera saat sedang berkebun.

Peristiwa tersebut, terjadi pada Kamis (10/7) sore, dan menimpa seorang pria bernama Misni (62), warga Pemalang Jawa Tengah yang sedang berkebun di kawasan hutan lindung.

Pewarta :
Editor : Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.