Spanyol perlahan menerima turis, dimulai dari Eropa

id travel,spanyol,corona spanyol

Spanyol perlahan menerima turis, dimulai dari Eropa

Bendera Spanyol (Pixabay)

Jakarta (ANTARA) - Spanyol akan mulai menerima kedatangan turis pada musim panas ini, dan memastikan pengunjung hanya pergi ke area di mana virus corona telah dikontrol, kata Menteri Luar Negeri Arancha Gonzalez Laya.

Dilansir Reuters, Spanyol biasanya menerima lebih dari 80 juta pengunjung tiap tahun, salah satu negara paling sering dikunjungi di dunia di mana pariwisata adalah bagian kunci dari ekonomi.

Namun virus corona membuat pariwisata di Spanyol terpukul dan mereka ingin tetap berjaga-jaga ketika mulai menerima turis pada 1 Juli.

Masih banyak yang harus diputuskan mengenai siapa yang bisa berkunjung ke mana, kriteria seperti apa, kata Gozales Laya.



"Kami harus mendefinisikan apa itu aman. Apakah yang punya 50 infeksi? Apakah empat? Penting untuk punya definisi di tingkat Eropa karena ini pada akhirnya merupakan jaminan non-diskriminasi," katanya, menyebutkan kesamaan aturan tentang masalah seperti mengecek pengunjung.

Spanyol sedang mempertimbangkan untuk membuka wilayahnya bagi turis asing ketika pembatasan wilayah telah berakhir.

"Kita harus mempertimbangkan area.. yang telah selesai (pembatasan wilayah) dan mencapai apa yang kita sebut kenormalan baru," kata dia. "Baru saat itu kita bisa membayangkan teritori ini dibuka bebas untuk orang asing."

Saat ditanya apa ini artinya daerah yang paling parah terdampak seperti Barcelona atau Madrid bisa dibuka untuk pengunjung asing setelah daerah lain di Spanyol, dia berkata, "Itu yang dikatakan Komisi Eropa, kemungkinan membuka secara bertahap secara asimetris."

Dia menolak mengatakan kapan aturan itu akan diumumkan. Tapi dengan musim panas semakin dekat, dia berharap itu segera berlaku "jadi masyarakat bisa bersiap-siap".

"Kami akan melakukan pembukaan secara bertahap, bagi kami itu artinya dimulai, tentu saja, dari Uni Eropa, dan meski dalam area ini kami ingin memastikan kami terbuka untuk negara atau teritori yang aman dari sudut pandang epidemiologi."
 
Pewarta :
Editor : Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar