Kalianda (ANTARA LAMPUNG) - Kolak singkong dan kolak pisang menjadi menu andalan warga di sebagian perdesaan di Kabupaten Lampung Selatan untuk berbuka puasa.
Warga beranggapan bahwa tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk membuat takjilan sederhana tersebut.
"Di sini tanaman singkong sangat luas sehingga masyarakat memanfaatkan untuk dibuat takjil karena hanya butuh gula merah untuk pemanisnya," kata Simun, warga Desa Wawasan Kecamatan Tanjungsari, Minggu.
Kemudian, kata dia, kolak singkong tersebut ditambah es atau dihidangkan dalam kondisi hangat untuk membatalkan puasa.
Dia mengaku, berbuka puasa dengan kolak tersebut telah menjadi kebiasaan penduduk yang tinggal di perdesaan tersebut karena untuk mendapatkan menu berbuka lebih istimewa harus pergi ke pasar dan lokasinya jauh dari tempat tinggalnya.
Menurut dia, berbuka dengan makanan tersebut cukup untuk mengembalikan tenaga setelah berpuasa seharian serta dapat mengirit pengeluaran keluarga yang sehari-hari hanya berprofesi sebagai petani.
Warga setempat lainnya, Yusri mengatakan, saat berbuka kebanyakan mengandalkan kolak singkong atau pisang yang ditambah es sebagai penyegar.
"Kolak sudah sudah cukup mewakili keinginan untuk berbuka dengan menu istimewa lainnya meskipun hanya sederhana," katanya.
Dia juga mengutarakan, berbuka dengan sederhana lebih utama daripada menyediakan menu yang berlebihan saat berbuka puasa.
Selain itu, kata dia, pada Bulan Ramadhan merupakan ibadah untuk melawan segala hawa nafsu makan saat siang hari namun tidak harus mengumbarnya saat malam dengan memakan apapun yang diinginkan hingga berlebihan.
"Rizki apapun yang kita dapat saat berbuka puasa itulah yang perlu disyukuri sebagai salah satu keutamaan dalam ibadah puasa, dan Allah tidak suka yang berlebih-lebihan" katanya.
Bahkan, dia menambahkan, tak jarang hanya mengandalkan kelapa muda yang dipetik dari belakang rumah untuk berbuka puasa bersama keluarganya. (Ant)
