Palembang (ANTARA) - Masyarakat Kota Palembang, Sumatera Selatan pada umumnya menjalankan tradisi 'Besanjo' saat Lebaran yakni silaturahim dari rumah ke rumah antarsesama warga, tetangga, dan keluarga.
Menurut beberapa warga di Palembang, Selasa, Besanjo ialah tradisi turun temurun yang sudah sejak lama bahkan dipercayai sejak zaman dulu dimana Kota Palembang memang merupakan Kota tertua di Indonesia.
Rohalik (74) warga Keramasan, Palembang menyebutkan tradisi silaturahim itu dilakukan oleh warga untuk merayakan Lebaran. Biasanya dilakukan usai melaksanakan Shalat Idul Fitri, langsung secara bergiliran, masuk ke rumah tetangga untuk bersanjo.
"Bercerita, bersendagurau, menikmati jamuan khas Kota Palembang, saling bersalaman, bermaaf-maafan, bernostalgia, itulah yang dilakukan dalam tradisi bersanjo," katanya.
Namun dalam beberapa tahun belakang ini, seakan muncul tradisi baru yang tidak kalah positif nya ketika bersanjo, yakni tradisi berbagi uang tunjangan hari raya (THR) untuk menyenangkan anak-anak khususnya.
Tradisi itu berlangsung bahkan hingga ada yang tiga hari hingga seminggu selama masih dalam momentum Lebaran. Selain Idul Fitri, tradisi itu juga dilakukan saat momen Lebaran Idul Adha.
Sementara itu, dalam momentum Idul Fitri 2025 ini, Pemerintah Kota Palembang juga menjalankan tradisi Besanjo.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa membuka rumah dinas untuk warga yang ingin besanjo atau bersilaturahmi.
"Minal 'Aidin wal-Faizin, di masa kepemimpinan kami, bersama keluarga kami mohon maaf lahir dan batin, kami buka rumah dinas untuk warga yang ingin besanjo silakan," kata Ratu Dewa.
Ia menyebutkan bahwa kegiatan besanjo itu dibuka untuk umum selama dua hari, kemarin dan hari ini.