Korban tewas akibat minuman keras di Lapas Bukittinggi bertambah

id Korban meninggal dunia akibat miras di Lapas bertambah

Korban tewas akibat minuman keras di Lapas Bukittinggi bertambah

Dirut RSAM Bukittinggi Busril saat memberikan keterangan kondisi terkini pasien Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Bukittinggi yang mengalami keracunan massal miras oplosan, Kamis (1/5/2025). ANTARA/Al Fatah.

Bukittinggi (ANTARA) - Satu orang warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan Bukittinggi, Sumatera Barat, yang kritis akibat minuman keras oplosan dan dirawat di Rumah Sakit Achmad Mochtar (RSAM) meninggal dunia pada Kamis, sehingga korban meninggal bertambah menjadi dua orang.

"Benar, satu pasien atas nama inisial MA meninggal dunia setelah mendapat perawatan sejak Rabu (30/4) malam di ICU. Korban meninggal dunia pada pukul 8.50 WIB," kata Dirut RSAM Busril di Bukittinggi, Kamis.

Ia mengatakan dari 22 pasien warga binaan yang dirawat, 10 orang sudah diperbolehkan pulang.

"Saat ini sisa 11 orang pasien yang dirawat dengan 3 orang di antaranya dalam kondisi kritis, delapan lainnya dirawat biasa," kata Busril.

Ia mengungkapkan hasil pemeriksaan korban yang meninggal didapati intoksikasi alkohol dengan kalium meningkat serta peningkatan CO2 dalam tubuh dan gagal nafas.

Sebelumnya, satu orang inisial I dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (30/4) setelah dirawat di RSUD Bukittinggi.

Jenazah warga binaan yang meninggal dunia itu telah dibawa oleh pihak keluarga bersama petugas Lapas Bukittinggi untuk dimakamkan.

Total hingga Kamis siang, ada dua warga binaan yang meninggal dunia korban dari keracunan massal miras oplosan yang dicampur dengan bahan baku parfum.

Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI telah membentuk tim investigasi untuk menyelidiki lebih lanjut kasus keracunan massal itu.

"Kami membentuk tim investigasi. Semua keterangan dalam penyelidikan termasuk jika adanya kemungkinan kelalaian petugas Lapas," kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Sumbar Marselina Budiningsih.

Pewarta :
Editor : Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.