Jakarta (ANTARA Lampung) - Wakil Ketua Komisi I DPR Meutya Hafidz menilai penunjukan Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai calon Panglima TNI telah memenuhi rasa kebersamaan dan keadilan di institusi tersebut, khususnya dari sisi matra Angkatan Udara.
"Kami meyakini bahwa Presiden telah memikirkan secara matang menunjuk calon Panglima TNI. Ini memenuhi rasa kebersamaan dan keadilan di TNI, dari sisi matra Angkatan Udara," kata Meutya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin.
Dia menilai Marsekal Hadi memiliki modal yang besar dalam memimpin TNI karena pernah menjabat Sekretaris Militer tahun 2015-2016 dan baik dalam hubungan kerja bersama Presiden Joko Widodo.
Menurut dia dengan bekal tersebut, diharapkan tercipta "chemistry" yang semakin kuat antara Presiden Jokowi dan Marsekal Hadi sehingga tugas pertahanan dan keamanan TNI bisa berjalan lebih baik.
"Beliau punya modal besar karena dulu sebagai Sesmil juga banyak berhubungan dengan Presiden sehingga mudah-mudahan 'chamestry'-nya nanti baik dengan presiden," ujarnya.
Pengamat militer Susaningtyas Kertopati mengatakan sudah selayaknya Panglima TNI berasal dari TNI Angkatan Udara untuk menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo yang akan memasuki masa pensiun.
"Sudah selayaknya Panglima TNI dijabat dari TNI AU guna mewujudkan kepentingan nasional atas pertahanan maritim," kata Susaningtyas menanggapi surat Presiden Joko Widodo tentang pemberhentian dengan hormat Jenderal Gatot Nurmantyo dan pengangkatan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI di Jakarta, Senin.
Menurut dia, sesuai visi Presiden Jokowi dalam Poros Maritim Dunia, maka penguatan pilar kelima untuk pertahanan maritim fokus meningkatkan kemampuan AL dan AU.
"Sesuai dengan tahapan pembangunan kekuatan maritim sudah selayaknya Alutsista TNI AU mendapat prioritas pertama," katanya.
Susaningtyas Kertopati yang biasa disapa Nuning ini, menjelaskan kekuatan udara harus dibangun agar mampu beroperasi 24 jam hingga ruang udara di atas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) dan landas kontinen.
"Kemampuan tersebut sangat dibutuhkan TNI untuk menjamin keunggulan di udara dan di laut," katanya.
ANTARA
