Jumat, 20 Oktober 2017

Menaker Luncurkan Program 120 Desa Migran Produktif

id menaker hadif dhakiri luncurkan desa migran, hanif dhakiri, menaker
Menaker Luncurkan Program 120 Desa Migran Produktif
Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri meluncurkan Program Desa Migran Produktif (Desmigratif) di 120 desa yang tersebar di 60 kabupaten/kota, Senin (11/9) (naker.go.id)
...Peluncuran ini bertujuan untuk memantapkan kesamaan persepsi dalam pelaksanaan Program Desmigratif di 60 Kabupaten/Kota dan 120 desa terpilih, kata Menaker...
Jakarta (ANTARA Lampung) - Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri meluncurkan Program Desa Migran Produktif (Desmigratif) di 120 desa yang tersebar di 60 kabupaten/kota.

"Peluncuran ini bertujuan untuk memantapkan kesamaan persepsi dalam pelaksanaan Program Desmigratif di 60 Kabupaten/Kota dan 120 desa terpilih," kata Menaker dalam keterangan pers Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan di Jakarta, Selasa.

Desmigratif merupakan desa yang sebagian besar penduduknya bekerja di luar negeri, memahami sistem penempatan dan perlindungan tenaga kerja, baik di dalam maupun di luar negeri.

Hanif menjelaskan Program Desmigratif diharapkan dapat menjadi suatu wadah untuk berdiskusi dan saling memberikan gagasan kepada para pemangku kepentingan.

"Desmigratif merupakan upaya terobosan Kemnaker bekerjasama dengan berbagai Kementerian/Lembaga dan swasta untuk memberdayakan, meningkatkan pelayanan serta memberi perlindungan bagi calon TKI/TKI di desa yang menjadi kantong-kantong TKI," ungkap Hanif.

Menaker memaparkan ada empat pilar utama yang diusung oleh Program Desmigratif yaitu membentuk pusat layanan migrasi, menumbuhkembangkan usaha-usaha produktif TKI dan keluarganya, memfasilitasi pembentukan Rumah Belajar Desmigratif serta memfasilitasi pembentukan dan mengembangkan Koperasi/Lembaga Keuangan.

"Dengan konsep ini, pemerintah desa diharapkan lebih berperan aktif dalam peningkatan pelayanan penempatan dan perlindungan calon TKI/TKI," ujar Hanif.

Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Sugeng mengungkapkan diperlukan sinergi dan kerja sama untuk mensukseskan Program Desmigratif. Dalam hal ini, BI siap mendukung Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang berasal dari Program Desmigratif melalui sistem pembayaran dan pengembangan yang BI sediakan.

"Pihak kami siap mendukung Desmigratif melalui Less Cash Society, Perluasan Akses Keuangan dan Pengembangan UMKM," ucap Sugeng.

Sedangkan Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Dirjen Binapenta dan PKK) Maruli Hasoloan mengatakan pada tahun 2016 Kemnaker sudah melakukan uji coba pelaksanaan Program Desmigratif di dua wilayah.

"Kami sudah melakukan uji coba Program Desmigratif di Wonosobo, Jawa Tengah dan Indramayu, Jawa Barat. Dalam tiga tahun kedepan diharapkan dapat dilaksanakan di 400 desa di seluruh wilayah Indonesia," jelas Maruli.

Editor: Samino Nugroho

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0082 seconds memory usage: 0.46 MB