Kalianda (ANTARA LAMPUNG) - Kapal motor cepat tidak beroperasi melayani penyeberangan rute Pelabuhan Bakauheni, Lampung - Merak, Banten, karena kondisi cuaca di perairan Selat Sunda kurang stabil.
"Kondisi perairan kurang mendukung untuk pelayaran kapal cepat," kata Petugas Administrator Pelabuhan Bakauheni, Khatilik, di Bakauheni, Jumat.
Ia menjelaskan, kapal cepat tidak beroperasi karena kondisi perairan memasuki musim penghujan ini cenderung berawan dan hujan disertai hembusan angin kencang yang kerap terjadi sejak beberapa pekan ini.
Tidak beroperasinya kapal cepat juga disebabkan minimnya jumlah penumpang pengguna kapal ukuran kecil itu.
"Pengusaha kapal cepat akan rugi karena tidak dapat menutup biaya operasional jika penumpang sedikit," katanya.
Namun, layanan penyeberangan menggunakan kapal feri atau 'roll on roll off' (Ro-ro) cenderung lancar selama liburan akhir tahun ini.
"Kami tetap meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi hal-hal yang mengancam keselamatan penumpang," kata Khatilik.
Ia menyebutkan, kapal feri yang beroperasi sebanyak 26 armada untuk melayani penumpang sebanyak 80 sampai 90 trip perhari menyesuaikan dengan jumlah penumpang dari Pulau Sumatera tujuan Jawa atau sebaliknya.
Sementara itu, Manajer Operasional PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni, Heru Purwanto mengatakan, aktivitas perairan memang meningkat namun tidak mempengaruhi penyeberangan penumpang menggunakan kapal feri.
Meski demikian, pihaknya tetap meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi hal-hal yang dapat membahayakan keselamatan penumpang liburan akhir tahun ini.
Ia menambahkan, ASDP menyiapkan sebanyak 36 unit kapal feri untuk mengantisipasi lonjakan penumpang menjelang Natal dan Tahun Baru 2012 yang terdiri atas 33 kapal feri reguler dan tiga unit kapal bantuan. (ANTARA).
