Bandarlampung (Antaranews Lampung) - Klinik kesehatan Prodia memberikan pemeriksaan Thalassemia secara gratis bagi kalangan wartawan dari berbagai organisasi yang ada di Bandarlampung, Rabu (21/3).
Pemeriksaan secara cuma-cuma itu merupakan rangkaian kegiatan HUT ke-45 Laboratorium Klinik Prodia. Peserta yang ikut dalam kegiatan ini seluruhnya merupakan para wartawan yang tergabung dalan organisasi Pewarta Foto Indonesia (PFI) Lampung, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Lampung dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandarlampung.
Kepala Cabang Prodia Lampung Yudi Triyanto S. Farm. Apt, kepada wartawan di sela acara mengatakan, kegiatan ini merupakan program atau bentuk tanggungjawab dan kepedulian sosial (CSR), dan menjadi kegiatan rutin Prodia, yang sudah berjalan hampir lima tahun terakhir.
"Prodia sudah bekerja sama dengan yayasan Thalassemia Indonesia. Ini merupakan program CSR, dan di Lampung sudah kami lakukan rutin sejak beberapa tahun ini, untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat khususnya jurnalis tentang Thalassemia," jelasnya.
Yudi menambahkan, kegiatan ini dilakukan di dua tempat di Bandarlampung, yakni di Klinik Prodia jalan Jenderal Soedirman dan digelar di Poltekes Kesehatan Tanjungkarang.
Kegiatan di klinik pemeriksaannya khusus untuk para jurnalis di Lampung, sedangkan pemeriksaan yang di Poltekes Kesehatan Tanjungkarang dilakukan selama dua hari untuk mahasiswa/i analis kesehatan.
"Tujuan kami melakukan pemeriksaan Thalassemia ini karena di lapangan peningkatan penderita Thalassemia semakin banyak, dan ini merupakan program CSR Prodia nasional melakukan screening Thalassemia," kata Yudi.
Sementara itu, dr Deffy menjelaskan, Thalasemia adalah penyakit kelainan darah yang diakibatkan oleh faktor genetika dan menyebabkan protein yang ada di dalam sel darah merah (hemoglobin) tidak berfungsi secara normal.
Zat besi yang diperoleh tubuh dari makanan digunakan oleh sumsum tulang untuk menghasilkan hemoglobin. Hemoglobin yang terdapat dalam sel darah merah berfungsi mengantarkan oksigen dari paru-paru ke seluruh anggota tubuh.
"Penderita thalasemia memiliki kadar hemoglobin yang rendah, oleh karena itu tingkat oksigen dalam tubuh penderita thalasemia juga lebih rendah," terangnya.
Terdapat dua jenis thalasemia yang terjadi, yaitu alfa dan beta, dimana kedua jenis ini memiliki kaitan gen yang menentukan kadar keparahan dari penyakit yang diturunkan ini. Thalasemia beta merupakan jenis yang lebih sering terjadi.
