Bogor (ANTARA LAMPUNG) - Evakuasi jenazah korban kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 dari Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, dilakukan pada Sabtu pagi, sementara saat ini sudah ada 12 kantong yang berisi serpihan tubuh para korban.
"Kami rencananya menurunkan atau mengevakuasi jenazah para korban yang terkumpul di 12 kantong mayat dari Gunung Salak pada Sabtu ini," kata Koordinator Tim Pencari dan Penyelamat Korban Kecelakaan Pesawat Shukoi SSJ 100, Kolonel (Inf) AM Putranto.
Menurutnya, enam kantong mayat sampai saat ini sudah diangkat ke ketinggian 2.211 mdpl Gunung Salak dan enam lainnya akan diupayakan diangkat pada Sabtu pagi besok. Lokasi jatuhnya pesawat berada di ketinggian 2000,5 mdpl Gunung Salak.
"Kami berharap evakuasi jenazah korban ini bisa dilakukan dengan cepat dan ada dua skenario evakuasi korban yakni dengan melalui jalur darat dan udara," tambahnya.
Dikatakan Putranto, sebelum dilakukan evakuasi pihaknya akan melihat kondisi alam apakah layak menggunakan jalur darat atau udara.
Rencananya evakuasi jenazah akan dilakukan dengan cara estafet.
Jenazah korban kecelakaan pesawat Shukoi Superjet 100 ditemukan oleh Tim SAR gabungan sudah tidak utuh lagi dan berada di ketinggian 2.005 mdpl.
"Kami menemukan jenazah tersebut setelah tim mencium bau busuk di sekitar tebing dengan ketinggian sekitar 2.005 Mdpl dan setelah disisir akhirnya kami menemukan jenazah korban kecelakaan pesawat yang sudah tidak utuh lagi," kata anggota Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Indonesia yang tergabung dengan Tim SAR Gabungan, Ridwan Hakim, kepada wartawan, Jumat.
Ia mengatakan, setelah disisir tim menemukan empat jenazah dua berkelamin laki-laki dan sisanya perempuan sudah tidak utuh lagi. Bagian tubuh yang ditemukan hanya kaki, tangan atau setengah badan saja, selain itu tubuh para korban juga seperti habis terbakar.
Kemudian, tim langsung memunguti serpihan daging dan tubuh korban yang rusak tersebut lalu dimasukan ke dalam empat kantong mayat.
"Di empat kantong mayat berisi serpihan dan bagian tubuh korban, tidak diketahui apakah tubuh tersebut merupakan dari satu korban atau tidak," tambahnya.
Asuransi
Sementara itu, Presiden United Air Craft Corporation Rusia Pogosyan mengatakan pihaknya masih membahas besarnya asuransi yang akan diberikan kepada pihak keluarga korban kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100.
"Kami masih membahasnya. Saat ini yang kami prioritaskan adalah proses evakuasi korban dari tempat kejadian," katanya usai memberikan keterangan pers di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, kemarin.
Sementara itu, dari PT Trimarga yang menyelenggarakan penerbangan promosi tersebut mengatakan, kemungkinan pihak Sukhoi akan memberikan asuransi sebesar 50 ribu dolar AS atau sekitar 500 juta rupiah per korban.
"Namun, kami masih mengusahakan untuk memperoleh lebih dari itu," kata Konsultan Pengembangan Bisnis Trimarga Sunaryo.
Dalam kesempatan itu, pihak Rusia yang terdiri atas Duta Besar Rusia untuk Indonesia Alesxander Ivanov, Wakil Menteri Perdagangan Rusia Yury Slyusar dan Presiden United Air Craft Rusia Pogosyan menemui keluarga korban yang menunggu di Lanud Halim Perdanakusuma.
"Atas nama Pemerintah Rusia dan saya pribadi, saya mengucapkan rasa duka-cita yang mendalam kepada semua keluarga korban kecelakaan Sukhoi Superjet 100 yang jatuh pada Rabu (9/5) kemarin," katanya.
Ia juga menyampaikan fokus utama Pemerintah Rusia adalah melakukan proses evakuasi dan investigasi kecelakaan tersebut.
"Dalam pembicaraan lewat telepon antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Vladimir PUtin, telah disepakati bahwa RI-Rusia akan bekerja sama dalam menginvestigasi dan meninterogasi pihak-pihak yang terkait dengan kecelakaan," katanya.
Untuk melakukan kerja sama tersebut Pemerintah Rusia telah mengirimkan 41 tenaga ahli yang akan bekerja sama dengan BASARNAS dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk menginvestigasi penyebab kecelakaan Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Kawasan Gunung Salak, Perbatasan Bogor-Sukabumi, Jawa Barat, pada Rabu (9/5) lalu.
