Ada keterisian prodi kurang 50 persen, Unila buka pendaftaran tambahan

id Lampung.,Bandarlampung ,Unila,smptn

Ada keterisian prodi kurang 50 persen, Unila buka pendaftaran tambahan

Wakil Rektor I Universitas Lampung Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, saat memberikan keterangan. Bandarlampung, Kamis (17/7/2025). ANTARA/Dian Hadiyatna

Bandarlampung   (ANTARA) - Universitas Lampung (Unila) bersiap membuka pendaftaran tambahan bagi program studi (prodi) yang tingkat keterisiannya masih di bawah 50 persen setelah menerima surat resmi dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

"Langkah ini merupakan respons cepat terhadap kebijakan dari pemerintah pusat yang mengizinkan perguruan tinggi membuka gelombang penerimaan baru untuk mengisi prodi-prodi dengan daya tampung rendah, selama dilakukan secara transparan," kata Wakil Rektor I Universitas Lampung Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, di Bandarlampung, Kamis.

Ia mengatakan terdapat enam prodi yang dibuka kembali dalam gelombang ini, yakni Bahasa Prancis, Teknik Survei dan Pemetaan, Teknologi Rekayasa Otomotif, Ilmu Komputer PSBKU Way Kanan, Akuntansi D3 PSBKU Way Kanan serta Perbankan dan Keuangan D3 PSBKU Lampung.

"Pendaftaran pada gelombang kedua ini dimulai sejak 21–26 Juli mendatang," kata dia.

Ia mengatakan bahwa proses seleksi pada penerimaan mahasiswa baru gelombang kedua ini akan mengakomodasi berbagai jalur sebelumnya, seperti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), jalur mandiri (Semanila), hingga nilai rapor.

"Peserta yang belum mengikuti ketiga jalur sebelumnya tetap bisa mendaftar menggunakan nilai rapor semester 1–6, dan sistem akan otomatis memilih nilai tertinggi," kata dia.

Namun begitu, lanjut dia, dalam penerimaan mahasiswa baru gelombang kedua ini, Unila tetap memperhatikan rasio ideal dosen dan mahasiswa sesuai ketentuan SN-DIKTI, yakni maksimal 1:26.

"Hal ini agar tidak mengorbankan kualitas, karena salah satu syarat utama menuju akreditasi unggul,” kata dia.

Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.