Komunitas "Becak Babel" ajak generasi muda manfaatkan sampah

id Komunitas

Komunitas "Becak" saat memberikan edukasi sampah di pantai (babel.antaranews.com/kasmono)

Sungailiat,Bangka (ANTARA) - Komunitas Bangka Environment Creative Activist of Kawa "Becak" Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, berhasil mengajak generasi muda di daerah itu untuk penduli lingkungan dengan memanfaatkan sampah menjadi berbagai produk ekonomi.

Ketua Umum BECAK Babel Arinda Unigraha di Sungailiat, Minggu, mengatakan, kegiatan yang dilakukan sebagai upaya membangun sumber daya manusia pada generasi muda di daerah untuk mencintai lingkungan sesuai dengan tema HUT Ke-74 Kemerdekaan RI, yakni "SDM unggul Indonesia Maju".

"Sebagai komunitas yang konsen di bidang lingkungan hidup, khususnya persampahan, kami berupaya untuk meningkatkan peran serta dalam edukasi kreatif kepada masyarakat dan pemuda untuk melakukan upaya-upaya, baik skala kecil maupun besar dalam pengelolaan sampah," jelasnya.

Selain memberikan edukasi mengenai kepedulian lingkungan pada generasi muda, pihaknya juga berhasil membentuk bank sampah untuk didaur ulang menjadi bernilai ekonomi.

Dia mengatakan, terdapat lebih 200 pemuda dari berbagai komunitas yang sudah mulai terlibat berbagai kegiatan kepedulian lingkungan.

"Berbagai kegiatan mengolah sampah berhasil kami lakukan sehingga mendapat dukungan penuh, baik dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung maupun Pemerintah Kabupaten Bangka," jelasnya.

Menurutnya, komunitas Becak Babel yang dibentuk sejak tahun 2015 hingga sekarang terus melakukan berbagai kegiatan lingkungan metode pengolahan sampah sekolah berbasis adiwiyata dan praktek langsung pembuatan ecobrick.

Ecobrick merupakan salah satu solusi dan metode ampuh dalam mengelola sampah sekolah, terutama sampah-sampah plastik yang jarang sekali dikelola karena tidak memerlukan biaya besar, hanya perlu menyiapkan perekat atau lem saja.
Pewarta :
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar