Dinkes Lampung sebut vaksinasi rotavirus bisa cegah diare pada bayi

id Vaksinasi rotavirus, Dinkes Lampung, cegah diare pada bayi

Dinkes Lampung sebut vaksinasi rotavirus bisa cegah diare pada bayi

Arsip - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Edwin Rusli saat memberi keterangan. (ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi)

Bandarlampung (ANTARA) - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung Edwin Rusli mengatakan vaksinasi rotavirus dapat mencegah keterjangkitan diare pada bayi.
 
"Vaksinasi rotavirus ini diberikan kepada bayi, untuk mencegah bayi terkena diare. Jadi harus terus dilakukan agar kesehatan anak tetap terjaga," ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Edwin Rusli di Bandarlampung, Selasa.
Ia mengatakan pemberian vaksinasi rotavirus tersebut diberikan kepada bayi sebanyak tiga dosis pada usia 2, 3, dan 4 bulan dengan cara diteteskan.
 
"Sampai 12 Desember di Lampung cakupan vaksinasi rotavirus pertama sebesar 9,62 persen, dan cakupan vaksinasi rotavirus kedua baru 4,67 persen," katanya.

Dia menjelaskan capaian vaksinasi rotavirus pertama dan kedua yang masih rendah tersebut karena vaksinasi ini masih dalam tahap perkenalan, lalu vaksinnya masih terbatas dan direncanakan akan segera dikirimkan kembali oleh Kementerian Kesehatan.
 
"Lalu dalam pencatatan hasil pelayanan imunisasi saat ini menggunakan sistem aplikasi Sehat Indonesia, dimana aplikasi masih dalam proses penyempurnaan sehingga belum tercatat semua. Dan kami mendorong kepada masyarakat untuk bisa melakukan vaksinasi rotavirus agar bayi tetap sehat," ucapnya.
 
Vaksinasi rotavirus tersebut mulai dilaksanakan di Provinsi Lampung sejak September 2023.
 
"Mari lakukan vaksinasi rotavirus, ini bisa dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat dan Puskesmas," cakapnya.
 
Diketahui sasaran vaksinasi rotavirus di Provinsi Lampung sekitar 75 ribu anak, dan jumlah vaksin yang telah diterima pada Agustus lalu sebanyak 37.500 dosis.
 
Vaksinasi rotavirus ini masuk dalam program imunisasi dasar lengkap bersama dengan pemberian vaksin hepatitis B, BCG, DPT-HB-Hib, polio tetes (bOPV), polio suntik, campak rubela, pneumococcal conjugate vaccine (PCV), Japanese Encephalitis, difteri tetanus (DT), tetanus difteri (Td), dan human papiloma virus (HPV).*