Legenda Chelsea Dennise Wise bantah pesepak bola harus berpostur tinggi

id dennis wise,garuda select,pssi

Legenda Chelsea Dennise Wise bantah pesepak bola harus berpostur tinggi

Direktur Program Garuda Select yang juga legenda Chelsea Dennis Wise memberikan keterangan kepada media di Kedutaan Besar Inggris untuk Indonesia, Jakarta, Selasa (8/10/2019). (Michael Siahaan)

Legenda klub Liga Inggris Chelsea Dennis Wise membantah anggapan bahwa para pesepak bola harus berpostur tinggi jika ingin berhasil dalam kariernya.
Jakarta (ANTARA) - Legenda klub Liga Inggris Chelsea Dennis Wise membantah anggapan bahwa para pesepak bola harus berpostur tinggi jika ingin berhasil dalam kariernya.

“Pemain bertubuh tinggi itu hanya untuk beberapa posisi saja yaitu bek tengah dan kiper. Selainnya tidak perlu,” kata Wise di Kedubes Inggris untuk Indonesia, Jakarta, Selasa.

Menurut pria yang saat ini menjabat direktur program Garuda Select ini, perbedaan postur pemain di sebuah tim justru memberikan warna tersendiri.
Baca juga: Chelsea menang 4-1 di kandang Southampton

Dia mencontohkan dirinya sendiri yang bertinggi badan 1,68 meter, namun dipercaya menjadi jenderal lapangan tengah Chelsea dari 1990 sampai 2001 dan mencatatkan lebih dari 20 pertandingan bersama tim nasional Inggris.

Oleh karena itu, pria berusia 52 tahun itu menegaskan bahwa sepak bola bukan soal postur, tetapi lebih kepada bagaimana mengeluarkan kemampuan terbaik pesepak bola.

Hal itulah yang diterapkannya ketika menangani Garuda Select, tim yang dibentuk oleh PSSI sebagai bagian dari program pengembangan pemain muda.

“Kami akan mencari di posisi mana mereka bisa mengeluarkan potensi terbaik,” kata pemain terbaik Chelsea musim 1997-1998 dan 1999-2000 ini.
Baca juga: Lampard minta Pulisic perjuangkan tempatnya di tim Chelsea

Dennis Wise sendiri sudah menangani Garuda Select sebagai direktur program sejak Januari 2019.

Saat ini dia menangani Garuda Select tahap kedua yang berlangsung selama sekitar lima bulan mulai Oktober 2019 di Inggris dan Italia.
 
Pewarta :
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar