Selasa, 24 Oktober 2017

20 tahun setelah kematiannya, Pangeran William dan Harry terkenang Diana

id Putri Diana, Pangeran Harry dan William, Inggris
20 tahun setelah kematiannya, Pangeran William dan Harry terkenang Diana
Pangeran Harry saat bertugas di Afghanistan (vietyo.com)
London (Antara/Reuters) - Pangeran William dan adiknya Harry terkenang kembali dengan masa kanak-kanak mereka 20 tahun setelah kematian mendadak ibu mereka, Puteri Diana, dalam sebuah film dokumenter baru yang akan disiarkan di televisi pekan ini.
        
Film berdurasi 90 menit yang berjudul - "Diana, Our Mother: Her Life and Legacy" - itu dibuat untuk mengenang kehidupan dan karya Diana, demikian Istana Kensington  dalam sebuah pernyataan.
        
Diana, istri pertama pewaris tahta Pangeran Charles, meninggal dalam sebuah keecelakaan di Paris pada Agustus 1997 ketika William berusia 15 tahun dan Harry 12 tahun. Saat itu Diana berumur 36 tahun.
        
Dalam film dokumenter tersebut, William -- cucu Ratu Elizabeth dan berada di urutan kedua pewaris tahta - dan Harry berbicara tentang masa kanak-kanak sementara mereka membalik-balik album foto keluarga yang dikumpulkan Diana.
        
Awal tahun ini, William berbicara tentang betapa dia kaget atas kehilangan ibunya. Selama dua dekade perasaan kehilangan itu masih melekat dalam ingatannya. Harry mengatakan untuk mengatasi hal itu ia telah berusaha meminta bantuan konsultan.
        
Film tersebut, yang dibuat oleh Oxford Film and Televisi, akan mengudara di Inggris di ITV pada Senin pukul 2000 GMT.
        
Sejumlah even untuk mengenang kemebali Diana telah direncanakan.
        
William dan Harry menghadiri acara doa awal bulan ini meresmikan kembali pusara ibunda mereka dan keduanya juga memeriksa sebuah patung untuk didirikan sebagai penghormatan di luar kediaman resminya di London.
        
Barang-barang yang jarang terlihat milik Diana, termasuk koleksi musik dan sepatu-sepatu baletnya dipajang Sabtu di Istana Buckingham.
        
Eksibisi untuk mengenang busana Diana dibuka pada Februari.

ANTARA/reuters
 M Anthoni


    

Editor: Hisar Sitanggang

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0093 seconds memory usage: 0.45 MB