Dishub Lampung usulkan pengaktifan rute bus perintis Rajabasa-Padang Cermin

id Bus perintis Lampung, jalur perintis Padang cermin

Dishub Lampung usulkan pengaktifan rute bus perintis Rajabasa-Padang Cermin

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Bambang Sumbogo. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi

Bandarlampung, Lampung (ANTARA) - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Lampung mengusulkan pengaktifan kembali rute bus perintis dari Rajabasa Kota, Bandarlampung, menuju Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran.

"Jalur Rajabasa-Lembah Hijau-Padang Cermin itu merupakan trayek bus perintis yang bekerja sama dengan DAMRI untuk memberi pelayanan transportasi bagi masyarakat di daerah pinggiran," ujar Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Bambang Sumbogo di Bandarlampung, Lampung, Rabu.

Ia mengatakan untuk saat ini trayek bus perintis tersebut tidak aktif dan pihaknya berencana mengajukan pengaktifan kembali rute tersebut ke pemerintah pusat.

"Trayek ini memang sebelumnya mendapatkan subsidi selama lima tahun, tapi sekarang sudah selesai. Harapannya, dari subsidi itu bisa terbentuk pasar dan bisa berjalan secara komersial, akan tetapi belum terbentuk. Jadi, kami siap untuk mengakomodasi usulan diaktifkan kembali rute tersebut sebab sangat bermanfaat untuk masyarakat di daerah pinggiran," katanya.

Dia mengatakan rute perintis Rajabasa-Padang Cermin menjadi rute potensial karena menjadi jalur pariwisata sekaligus jalur pendistribusian komoditas perkebunan dan pertanian.

"Rute ini sangat potensial karena akan ramai karena jalur pariwisata dan banyak masyarakat yang mengangkut hasil bumi dari sana ke kota. Tahun ini akan diingatkan lagi dan akan diusulkan lagi, sehingga ada transportasi di jalur pariwisata dan kalau bisa dari Bandara Radin Inten-Bandarlampung-Hanura-Padang Cermin, jadi masyarakat bisa mudah," ucap dia.

Menurut dia, usulan pengaktifan rute bus perintis ke jalur pariwisata itu pun bisa dilakukan oleh pengelola destinasi wisata dengan mengajukan surat resmi.

"Jadi kalau dilihat pasarnya cukup besar dan kalau ada transportasi umum di jalur wisata, dan pengelola destinasi wisata bisa mengajukan surat untuk membuka rute ini, bila mereka membutuhkan dan kami akan meneruskannya. Karena, selama ini belum ada lagi transportasi umum berupa bus di rute tersebut, jadi harapannya bisa ada kembali," tambahnya.