Dominic Calvert-Lewin ungkap tantangan personalnya di musim ini

id dominic calvert lewin,everton,liga inggris

Dominic Calvert-Lewin ungkap tantangan personalnya di musim ini

Penyerang Everton Dominic Calvert-Lewin berterima kasih kepada suporter seusai tampil di laga penutup Liga Premier Inggris 2021-22 melawan Arsenal di Stadion Emirates, London, Inggris, Minggu (22/5/2022). (ANTARA/REUTERS/ACTION IMAGES/Matthew Childs)

Jakarta (ANTARA) - Liga Premier Inggris 2021-22 baru saja berakhir akhir pekan kemarin dan penyerang Everton Dominic Calvert-Lewin mengungkapkan kepada publik bahwa musim ini ia menghadapi tantangan personal yang begitu berat.

Cedera yang membekap Calvert-Lewin di awal musim membuat perjalanan Everton terseok-seok hingga terjebak dalam perjuangan menghindari ancaman degradasi.

Calvert-Lewin hanya bermain dalam 17 pertandingan liga, tapi ia mencetak satu gol penting penentu kemenangan 3-2 atas Crystal Palace pada Kamis (19/5) pekan lalu.



Kemenangan laga penultima itu praktis memastikan keberhasilan Everton terhindar dari ancaman degradasi dan Calvert-Lewin mengungkapkan bahwa cedera yang dialaminya membuatnya dilanda pertarungan mental.

"Dalam hal personal, saya harus menggali jauh ke dalam diri saya musim ini dan telah mengalami beberapa masa tersulit dalam karir dan hidup saya sejauh ini. Kasih sayang dan dukungan sekitar membantu saya melewati itu semua," tulis Calvert-Lewin dalam unggahan refleksi musim di Instagram pribadinya @domcalvertlewin pada Selasa.

"Satu hal yang saya pelajari musim ini adalah bahwa setiap orang dalam kehidupannya masing-masing menghadapi pertempuran yang tidak Anda ketahui, dan tidak ada salahnya menemukan seseorang untuk diajak berbicara dan bersikap terbuka dan jujur pada diri sendiri tentang perasaan Anda yang sebenarnya."



"Kepada semua raja-raja muda yang memendam emosi, saya menyarankan Anda untuk berbicara kepada teman, anggota keluarga, atau seseorang yang mau mendengarkan, berbicara menyelamatkan hidup saya. Ini akan membuat Anda menyadari hal-hal tidak pernah seburuk kelihatannya, dan Anda akan menemukan bahwa paradoks kekuatan sejati adalah mampu menghadapi kelemahan," tulisnya dalam unggahan yang sama.

Everton menutup musim dengan kekalahan telak 1-5 di markas Arsenal, tetapi mereka tetap bersuka cita karena melanjutkan tenor 68 tahun di kasta tertinggi sepak bola Inggris.