UPN-MSLU dirikan Pusat Bahasa dan Budaya Indonesia-Belarus

id belarus,moskow,kbri moskow, unpv yogyakarta

UPN-MSLU dirikan Pusat Bahasa dan Budaya Indonesia-Belarus

Dubes RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus di Moskow Jose Tavares menyaksikan penandatanganan kerja sama pendidikan dan pendirian Pusat Budaya dan Bahasa Indonesia-Belarus. (ANTARA/HO-KBRI Moskow)

Bandarlampung (ANTARA) - Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta (UPNVY) bekerja sama dengan Minsk State Linguistic University (MSLU) di Minsk, Belarus mendirikan Pusat Bahasa dan Budaya Indonesia-Belarus untuk meningkatkan kualitas pendidikan memperluas kerja sama internasional melalui pusat budaya dan bahasa.

Siaran pers KBRI Moskow yang diterima di Bandarlampung, Sabtu, menyebutkan kesepakatan kerja sama antaruniversitas tersebut diresmikan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama (cooperation agreement) oleh kedua rektor dalam upacara virtual diselenggarakan pada Jumat (14/1).

Pelaksanaan penandatanganan kerja sama dihadiri Duta Besar RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus, pejabat diplomat Kedubes Belarus di Jakarta mewakili Duta Besar Republik Belarus untuk RI, Direktur Eropa II Kemenlu RI, perwakilan Dirjen Dikti dan Biro Kerja Sama dan Humas Kemendikbudristek RI, serta para dekan dan jajaran tenaga pengajar kedua universitas.

Rektor UPN Veteran Yogyakarta, Prof. Dr. Mohamad Irhas Effendi dalam sambutan pada upacara penandatanganan menyatakan kerja sama ini tindak lanjut kerja sama antara kedua negara di bidang pendidikan yang dituangkan dalam nota kesepahaman antara Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI dan Kementerian Pendidikan Republik Belarus tentang Kerja Sama Pendidikan Tinggi yang ditandatangani pada 14 November 2018.

"Kerja sama dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui berbagai program yang akan dilaksanakan oleh kedua universitas. Program-program kerja sama yang akan dikembangkan di antaranya pertukaran mahasiswa dan dosen, pengembangan dan promosi bahasa kedua negara. Program ini dikembangkan oleh UPN Veteran Yogyakarta dalam rangka mendukung program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka Kemdikbudristek," ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, ia menyampaikan Departemen Hubungan Internasional FISIP UPN Veteran Yogyakarta akan menjadi "focal point" pelaksanaan berbagai program kerja dan rencana aksi perjanjian kerja sama dengan MSLU, termasuk menjadi tuan rumah Pusat Bahasa dan Budaya Belarus di Indonesia.

Rektor MSLU Natalja Laptseva menyampaikan ungkapan kegembiraan atas kesepakatan yang berhasil diresmikan dan ditandatangani.

"Kerja sama MSLU dengan FISIP UPN Veteran Yogyakarta ini akan menjadi jembatan yang sangat baik bagi akademisi dan mahasiswa kedua universitas untuk meningkatkan kualitas dan jejaring internasional serta mengenal lebih dekat berbagai potensi Indonesia melalui kebudayaan serta pembelajaran Bahasa Indonesia," ujarnya.

Untuk menindaklanjuti kerja sama, ia menyampaikan komitmen universitas yang dipimpinnya melaksanakan berbagai rencana aksi, yaitu memfasilitasi pendirian Pusat Bahasa dan Budaya Indonesia (Indonesian Language and Culture Center), pengajaran Bahasa Indonesia dan penyelenggaraan kegiatan budaya Indonesia di MSLU, serta memfasilitasi pengajaran Bahasa Rusia atau bahasa asing lainnya dan pertukaran budaya Belarus kepada mahasiswa UPNVY.

Duta Besar RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus Jose Tavares menggarisbawahi arti penting kerja sama yang disepakati antarkedua universitas terhadap pengembangan kapasitas dan kualitas para mahasiswa.

"Kerja sama antara UPN Veteran Yogyakarta dan MSLU ini diharapkan dapat membantu kedua perguruan tinggi untuk berbagi sumber daya dan keunggulan demi kemajuan bersama," katanya.

Melalui berbagai program kolaborasi dan pertukaran yang akan dikembangkan bersama ke depannya, katanya, para mahasiswa kedua universitas akan memperoleh akses untuk memperluas perspektif global.

"Akses untuk memperluas perspektif global merupakan manfaat yang tidak dapat diperoleh melalui sekadar pembelajaran di kelas," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh pejabat diplomat Kedubes Belarus di Jakarta Viktor Borisyonok yang mewakili Duta Besar Republik Belarus untuk RI Valery Kolesnik.

"Kerja sama antara MSLU dan UPN Veteran Yogyakarta menunjukkan komitmen kuat dari kedua negara untuk meningkatkan kerja sama di bidang pendidikan," ujarnya.

Ia juga menyampaikan kerja sama MSLU dan UPNVY akan semakin meningkatkan interaksi dan pemahaman "people to people" masyarakat kedua negara.

“Kedubes Belarus berharap melalui payung kerja sama, kedua universitas dapat mengembangkan berbagai 'project' kolaborasi bersama yang saling menguntungkan di masa mendatang,” katanya.

Penandatanganan kerja sama "U-to-U" antara UPN Veteran Yogyakarta dan MSLU dengan ruang lingkup kerja sama pendirian Pusat Bahasa dan Budaya Indonesia serta pendidikan merupakan pionir dan yang pertama dengan mitra universitas, baik di Belarus maupun kawasan Eropa Timur.

Keberhasilan kesepakatan dan penandatanganan kerja sama antara FISIP UPN Veteran Yogyakarta dan MSLU tidak terlepas dari upaya dan dukungan penuh KBRI Moskow. Sepanjang 2021, KBRI Moskow telah melaksanakan upaya pendekatan yang ditindaklanjuti dengan pertemuan dengan universitas-universitas terbaik di Belarus untuk menjajaki pengembangan kerja sama dengan universitas-universitas di Indonesia, khususnya pendirian Pusat Bahasa dan Budaya Indonesia.

MSLU adalah universitas di Minsk, Belarus yang telah berdiri padan 1948 dan menyelenggarakan pengajaran bahasa asing dari 24 negara. MSLU memiliki kerja sama dengan 30 negara.

Saat ini, tercatat 700 mahasiswa asing menempuh pendidikan pada berbagai jenjang di MSLU. Pembukaan dan operasionalisasi Pusat Budaya dan Bahasa Indonesia di MSLU diharapkan menjadi langkah awal dibukanya jurusan Bahasa Indonesia sebagai bahasa asing ke-25 yang diajarkan di MSLU. 
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2022