Kemenparekraf latih 300 milenial di Jateng promosi wisata berprotokol kesehatan

id Bintek kemenpar, agustina wilujeng,wisata

Kemenparekraf latih 300 milenial di Jateng promosi wisata berprotokol kesehatan

Wakil Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng menyampaikan paparan kepada peserta bimbingan teknik promosi wisata berprotokol CHSE di Semarang, Senin. (ANTARA/ I.C.Senjaya)

Kemenparekraf bisa membuat wadah secara virtual bagi para milenial muda
Semarang (ANTARA) - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah memberikan pelatihan terhadap sekitar 300 milenial muda di Jawa Tengah (Jateng) untuk mempromosikan potensi wisata yang berprotokol kebersihan, kesehatan, keamanan dan ketahanan lingkungan di masa pandemi COVID-19.

Wakil Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng di sela bimbingan teknis tentang penguatan promosi wisata melalui media dan penerapan protokol kebersihan, kesehatan, keamanan dan ketahanan lingkungan di Semarang, Senin, menyebut sudah empat angkatan kaum muda dari berbagai komunitas peduli wisata di Jawa Tengah yang telah memperoleh pelatihan dalam kegiatan.


Menurut dia, kegiatan bimbingan teknis ini akan terus digelar untuk menggerakkan kaum muda dalam upaya membangun narasi dan promosi wisata di daerah ini yang tentunya sudah menerapkan protokol kesehatan.

"Komunitas, relawan, hingga wirausahawan muda digandeng untuk dilatih tentang membangun narasi dan promosi tentang potensi wisata dengan memenuhi protokol Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE)," kata politikus PDIP ini.
Baca juga: Kominfo latih milenial Kota Pariaman buat konten kreatif promosi wisata


Ke depan, ia mengharapkan Kementerian Pariwisata bisa membuat wadah secara virtual bagi para milenial muda ini untuk menunjukkan hasil karyanya dalam membangun narasi dan promosi wisata.

"Kementerian Pariwisata nantinya akan memiliki referensi yang bisa digunakan untuk memromosikan suatu potensi wisata," katanya.

Sementara itu, Koordinator Pengembangan Wisata Buatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ni Komang Ayu Astiti menambahkan kementerian sudah membuat panduan protokol CHSE untuk delapan jenis wisata yang ada.

"Sementara ini baru delapan, kemungkinan bisa bertambah," katanya.

Menurut dia, kebutuhan untuk menyusun protokol kesehatan bagi suatu objek tergantung atas kebutuhan dan usulan dari masyarakat.
Baca juga: Kemenparekraf ajak milenial jadi pelopor wisatawan patuhi protokol kesehatan
Baca juga: Kaum milenial harus semangat bertani