Pendopo rumah dinas bupati Garut akan dijadikan tempat wisata kuliner malam

id bupati garut,kuliner malam,pendopo,pemkab garut

Pendopo rumah dinas bupati Garut akan dijadikan tempat wisata kuliner malam

Bupati Garut Rudy Gunawan. (ANTARA/HO Feri Purnama)

Garut (ANTARA) - Bupati Garut Rudy Gunawan menyatakan kawasan pendopo atau lingkungan rumah dinas bupati di Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat, akan dijadikan tempat wisata kuliner malam selama dua hari, pada 13 dan 14 Maret 2020, yang menyajikan berbagai jenis makanan menarik untuk dinikmati masyarakat.

"Nanti di pendopo akan dijadikan tempat wisata kuliner pilihan," kata Bupati Garut Rudy Gunawan kepada wartawan di Garut, Sabtu (15/2).

Ia menuturkan, festival kuliner malam itu akan diselenggarakan pada 13 dan 14 Maret 2020 yang merupakan rangkaian peringatan hari jadi ke-207 Kabupaten Garut.

Wisata kuliner yang hanya berlangsung malam hari itu, kata Bupati, akan menyuguhkan berbagai jenis makanan istimewa khas Garut, seperti bakso aci dan menu baru karya anak muda Garut lainnya.

"Akan ada banyak menu yang terbuka untuk masyarakat, siapa saja boleh ke sana," kata Rudy.

Ia menambahkan, acara wisata kuliner malam itu sekaligus memberi kesempatan bagi pelaku usaha kuliner untuk mempromosikan dan menjual produknya kepada masyarakat.

Menurut dia, kegiatan itu bisa mendorong anak muda di Garut lebih semangat berwirausaha dengan melakukan terobosan dan inovasi baru di dunia usaha kuliner.

Jika acara wisata kuliner malam itu berhasil, kata dia, maka akan rutin dilaksanakan pada malam Sabtu dan malam Minggu sebagai destinasi wisata baru kuliner di Garut.

"Bisa juga selamanya dilaksanakan," kata Rudy.

Penikmat kuliner Garut, Firman mengatakan, Kabupaten Garut sudah seharusnya memiliki pusat kuliner malam, selain yang saat ini sudah ada, yakni Ceplak atau di Jalan Siliwangi.

Namun kawasan Ceplak itu, kata dia, saat ini sudah tidak nyaman karena tempatnya terbatas. Selain itu terlalu banyak pengamen yang keluar masuk sehingga mengganggu kenyamanan pengunjung.

"Sekarang kalau makan di Ceplak kurang nyaman, terlalu banyak pengamen," katanya.
Pewarta :
Editor : Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar