"Peka Kandea-Kandea" sepanjang 3 km di Festival Keraton ASEAN raih rekor MURI

id Pekande,peka kande-kandea,festival keraton asean

"Peka Kandea-Kandea" sepanjang 3 km di Festival Keraton ASEAN raih rekor MURI

Wali Kota Baubau, AS Tamrin (tengah) menerima penghargaan dari MURI atas acara peka kande-kandea sepanjang 3 km di Benteng Keraton, di Baubau, Rabu. (Foto Humas Kominfo Baubau (FotoAntara/Azis Senong)

Kegiatan "peka kande-kandea" yang digelar dalam rangkaian Festival Keraton Masyarakat Adat (FKMA) ASEAN VI di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, meraih penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) atas sajian peka kande-kande sepanjang 3 kilomet
Baubau (ANTARA) - Kegiatan "peka kande-kandea" yang digelar dalam rangkaian Festival Keraton Masyarakat Adat (FKMA) ASEAN VI di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, meraih penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) atas sajian peka kande-kande sepanjang 3 kilometer atau mengelilingi Benteng Keraton Buton.

Penganugerahan rekor MURI diregister dengan nomor 9304/R.MURI/XI/2019, diserahkan Manager MURI Triono dan Chandra Riyadi kepada Wali Kota Baubau Dr AS Tamrin, didampingi Sekda Kota Baubau Dr Roni Muhtar, dan Kadis Pariwisata Baubau Ali Arham, bertempat di Lakeba Restauran and Beach Baubau, Rabu malam.

“Penghargaan ini tentu merupakan kebanggaan bagi kami, sekaligus menjadi spirit besar membangun Kota Baubau saat ini dan di masa-masa mendatang. Rekor MURI adalah inspirasi besar bagi pembangunan di daerah ini,” ujarnya.
Baca juga: Tarian ciptaan Sultan HB I ditampilkan di Festival Keraton Nusantara

Wali Kota Baubau menerima penghargaan ini dengan penuh kegembiraan berliput rasa haru, karena kegiatan FKMA ditarget untuk pengembangan dunia pariwisata dan kebudayaan, serta dapat menopang pertumbuhan ekonomi warga Kota Baubau.

"Alhamdulillah, acara peka kande-kandea mendapatkan apresiasi berupa penghargaan rekor dunia dari sebuah lembaga yang berkompeten untuk memberikan penghargaan. Tentunya ini juga patut kita mengucap syukur karena baru pertama kali peka kande-kandea dilaksanakan seperti ini," ungkap Wali Kota Baubau, AS Tamrin, usai menerima penghargaan itu.

Ia juga menghaturkan terima kasih kepada manajemen MURI yang telah berkenan melihat langsung dan memberikan penilaian atas kepantasan acara peka kande-kandea hingga mendapatkan penghargaan tersebut.

“Pemkot Baubau tidak menargetkan untuk memecahkan atau meraih rekor MURI, kita hanya mengadakan acara pakande-kandea yang merupakan ritual budaya kita. Tapi penganugerahan ini menjadi motivasi bagi pemerintah dan masyarakat untuk kedepannya terus melestarikan budaya kita,” ujarnya.
Baca juga: Jelang KTT, Korsel gelar ASEAN Food Festival

Prosesi penyerahan pengahargaan ini tentu terasa sangat menggembirakan sebab disaksikan langsung tetamu FKMA dari segenap Raja, Sultan dan permaisurinya, dengan beberapa petinggi Kota Baubau dalam acara semi formal, karena berangkai pula dengan perayaan Ulang Tahun ke-67 pribadi Wali Kota AS Tamrin.

Tamrin juga mengabarkan bila sehari sebelumnya atau Selasa 19 November 2019 Kota Baubau memperoleh penghargaan dari pemerintah Pusat sebagai Kota Sehat kategori Swastisaba Wiwerda yang diterima langsung Wakil Wali Kota La Ode Ahmad Monianse yang berlangsung di Kementerian Dalam Negeri di Jakarta.

“Semua ini adalah hasil kerja keras Pemkot Baubau dan dukungan masyarakatnya. Karena itu wujud kerja keras harus senantiasa ditopang dengan ketulusan dan keikhlasan. Oleh sebab itu saya ingin berterima kasih kepada semua pihak atas kerja keras kita semua,” katanya.
Baca juga: PLN siap pasok listrik untuk Festival Kebudayaan dan Masyarakat Adat ASEAN
Pewarta :
Editor : Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar