Danrem harapkan masyarakat peka-peduli dalam atisipasi ancaman terorisme

id danrem,terorisme

Danrem 043/Gatam Kol. Inf. Taufik Hanafi (antaralampung/damiri)

Intinya bagaimana masyarakat bisa peduli terhadap lingkungannya dan juga berani melapor sehingga segala sesuatu bisa diantisipasi dengan baik




     Bandarlampung,  (Antaranews Lampung) - Komandan Korem 043/Gatam, Kolonel Inf Taufik Hanafi berharap masyarakat dapat lebih peka dan peduli terhadap lingkungan untuk mengantisipasi pergerakan-pergerakan setiap orang asing atau warga baru yang menetap untuk mengantisipasi ancaman terorisme.



     "Masyarakat harus peka dan peduli ketika menemukan atau mendengar sesuatu yang mungkin dianggap ganjil yang tidak seperti biasanya," kata dia  di Bandarlampung, Selasa.



     Danrem 043/Gatam itu melanjutkan, TNI atau pun polisi juga tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat sehingga dalam kondisi seperti itu peran masyarakat sangatlah besar.



      "Masyarakat harus lebih peduli terhadap lingkungannya sendiri. Bagaimana pun juga terorisme adalah musuh kita bersama," kata dia menerangkan.



     Danrem menambahkan, diharapkan masyarakat juga tidak terpancing dengan hoaks maupun paham-paham yang bertentangan dengan pemerintah.



      "Intinya bagaimana masyarakat bisa peduli terhadap lingkungannya dan juga berani melapor sehingga segala sesuatu bisa diantisipasi dengan baik," kata dia.



Sebelumnya Komandan Korem (Danrem) 043/Garuda Hitam Kol Inf Taufik Hanafi mengungkapkan, menyambut baik pernyataan  Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius terkait intelijen TNI dapat mengemban fungsi deteksi dini ancaman terorisme di tengah masyarakat.



         "Itu bagus, kami sangat mendukung pernyataan beliau agar TNI dilibatkan guna menangkal terorisme. TNI bersinergi dengan masyarakat untuk mendeteksi dini ancaman terorisme," kata dia.



         Danrem melanjutkan sejauh ini peran intelijen TNI terus dan selalu memantau situasi dan sebagainya, sehingga segala sesuatu kegiatan dapat termonitor dari awal untuk pencegahan-pencegahan radikalisme.



         "Tentunya kita juga selalu bersinergi dengan kepolisian maupun masyarakat untuk memantau kebiasaan-kebiasaan aneh. Kita semua tahu bahwa terorisme adalah musuh kita bersama, tidak mungkin TNI juga bekerja sendiri selain bantuan dari kepolisian dan masyarakat sekitar," kata dia menerangkan.



         Peran bintara pembina desa (babinsa) yang ada di tingkat koramil atau kecamatan sendiri sampai saat ini terus melaksanakan peran dalam tugasnya untuk menangkal lebih awal ketika ada perbedaan yang ada di masyarakat setempat.



         "Babinsa harus memonitor sedini mungkin apabila ada gejolak di masyarakat, sehingga bisa mengatasinya. Selain itu masyarakat juga harus peduli terhadap lingkungannya, artinya ketika melihat orang-orang yang aneh seperti berbulan-bulan numun tidak peduli terhadap tetangganya kan perlu dicurigai juga. Dan itu peran intelijen maupun Babinsa dalam mengantisipasi terorisme," kata dia.

 
Pewarta :
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar