BUMN Hadir - TIga siswa difabel diajak mengenal gajah

id BUMN Hadir, gajah sumatera, TN Waykambas

BUMN Hadir - TIga siswa difabel diajak mengenal gajah

Gajah sumatera (Antara Lampung/Muklasin)

Lampung Timur (Antaranews Lampung) - Andre Wartabone dan dua rekannya, penyandang disabilitas peserta Program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) asal Provinsi Gorontalo sepekan ini berkunjung ke Lampung, untuk lebih mengenal dari dekat satwa dilindungi sekaligus daya tarik provinsi ini, yakni gajah Sumatera.
         
Mereka pun mendapatkan sambutan hangat dari pengelola Pusat Pelatihan Gajah Way Kambas di Kabupaten Lampung Timur pada Minggu (19/8), termasuk dari gajah-gajah penghuni tempat pelestarian satwa langka itu.
         
Tiga siswa SLB dari Gorontalo itu disambut dengan pengalungan bunga oleh gajah tepat di tengah arena atraksi gajah jinak terdidik dan terlatih, sebelum sejumlah mamalia jinak bertubuh besar salah satu spesies gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) jenis langka dan dilindungi di dunia ini beratraksi di hadapan pengunjung.
         
Beberapa siswa Difabel atau berkebutuhan khusus mendapatkan kesempatan dan peluang yang sama untuk bisa mengikuti Program SMN yang diinisiasi Kementerian BUMN tersebut, yaitu Andre Wartabone, Fikrianto Habi siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Kabupaten Gorontalo, dan Fauziah Melu siswa SLB Kota Gorontalo.
         
Meskipun dengan sedikit keterbatasan, namun ketiga siswa tersebut memiliki segudang prestasi tingkat nasional, baik itu dibidang olahraga maupun kesenian.
         
Tahun 2018 ini, merupakan tahun keempat dilaksanakan program Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau "BUMN Hadir Untuk Negeri". Lewat program ini, siswa berprestasi dari 34 provinsi se-Indonesia, diberikan kesempatan mengenal keanekaragaman budaya provinsi lainnya. Tahun ini siswa asal Gorontalo termasuk Andre yang lolos seleksi, berkunjung ke Lampung selama sepekan.
         
Salah satu kegiatan Program BUMN Hadir Untuk Negeri, yaitu Siswa Mengenal Nusantara (SMN), didukung BUMN di setiap provinsi, akan melakukan pertukaran siswa, sehingga dapat mengenal kekayaan keberagaman budaya nusantara.
         
Andre Wartabone, sebelumnya ketika diwawancarai mengatakan bahwa dirinya sudah beberapa kali mengikuti kegiatan tingkat nasional, di antaranya lomba Lari bagi tuna netra di Jakarta, Tenis Meja di Bandung, Catur di Makassar.
         
"Di bidang kesenian kami ada grup namanya 'Talenta Grup' dan kami memainkan musik modern, saya sendiri bisa memainkan alat musik gitar, dan juga bisa menyanyi," kata Andre Wartabone. Saat tiba di Lampung, dalam penyambutan di Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Lampung sempat membacakan puisi.
         
Pada sesi pembekalan untuk peserta, termasuk dalam pembekalan oleh psikolog dan pembekalan penulisan artikel ilmiah populer, Andre juga aktif bertanya untuk merespons penjelasan narasumber.
         
"Saya ingin jadi pengacara, meski dengan keterbatasan, setelah lulus nanti saya akan kuliah dan jadi seorang pengacara," ujar Andre pula.
         
Selain Andre, Anandha, peserta SMN asal Gorontalo yang berkunjung ke PLG Way Kambas itu, diberi kesempatan pula oleh pawang gajah untuk bersalaman dengan "Julia",  seekor gajah atraksi.
         
Anandha juga diminta oleh pawang menyebutkan angka penjumlahan kepada gajah Julia. "Dua tambah dua," kata Nandha. Spontan, gajah Julia mengambil angka empat yang tergantung di tiang arena dan memberikannya kepada Anandha.
         
Selain peserta SMN Gorontalo yang diberi kesempatan gajah berhitung, seorang mahasiswi bernama Maria asal Papua yang tengah menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan di Kabupaten Lampung Timur, juga diminta pawang gajah untuk menyebut angka perkalian kepada gajah atraksi itu.
         
Selama berkunjung ke PLG Way Kambas, sebanyak 24 siswa peserta SMN diajak mengunjungi sejumlah sarana gajah dan mendapat penjelasan peruntukannya oleh penyuluh kehutanan setempat, di antaranya tentang kandang gajah, kolam gajah, dan rumah sakit gajah.
         
Di sini para siswa juga dikenalkan tentang hutan Way Kambas dan satwanya serta upaya konservasinya.
         
Para siswa asal Gorontalo peserta SMN ini, akan segera meninggalkan Provinsi Lampung, dan diharapkan mendapatkan pengalaman berkesan serta memperoleh manfaat setelah mengikuti program ini.