Damkarmat Lampung Selatan evakuasi ular sanca di kandang ternak warga

id Petugas Damkarmat ,Lampung Selatan,Evakuasi ular

Damkarmat Lampung Selatan evakuasi ular sanca di kandang ternak warga

Petugas Damkarmat Lampung Selatan saat mengevakuasi ular sanca. (ANTARA/HO/Damkarmat Lamsel)

Petugas kami punya keahlian dan siap membantu evakuasi hewan berbisa, seperti ular. Warga jangan evakuasi sendiri, karena sangat berbahaya bahkan dapat mengancam nyawa, tambahnya

Lampung Selatan (ANTARA) - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Lampung Selatan mengevakuasi seekor ular sanca berukuran 2,5 meter di kandang ternak warga, di Kelurahan Way Urang, Kecamatan Kalianda

Kepala Bidang Damkar pada Dinas Damkarmat Lampung Selatan, Rully Fikriansyah, saat dihubungi dari Pesisir Barat, Rabu, membenarkan pihaknya telah mengevakuasi ular jenis sanca dari kandang ternak milik warga.

"Seorang ibu rumah tangga bernama Parida, melaporkan bahwa ada ular jenis sanca yang berada di kandang ternaknya dan telah memangsa satu ekor burung dara peliharaannya pada jam 09.25 WIB," kata dia.

Setelah itu, tim penyelamat Damkar Lampung Selatan langsung turun ke tempat kejadian guna dilakukan penangkapan dan evakuasi atas ular tersebut.

"Kemudian anggota Posko Kalianda mempersiapkan peralatan dan segera meluncur ke lokasi pukul 10.27 WIB, Setiba di lokasi anggota langsung mengevakuasi ular sanca tersebut," katanya.

Dia mengatakan, setelah ular sanca tersebut diamankan, petugas membawa dan melepaskan ular tersebut ke tempat yang jauh dari pemukiman warga.

"Anggota Dinas Damkar dan Penyelamatan Lampung Selatan Posko Kalianda telah melaksanakan evakuasi ular sanca dengan ukuran panjang kurang lebih 2,5 meter, dan langsung dilepasliarkan," ujarnya.

Ruly mengimbau agar warga segera melapor ke Pos Damkar apabila menemukan ular sanca ataupun sejenis lainnya yang bisa membahayakan warga di lingkungan tempat tinggal.

"Petugas kami punya keahlian dan siap membantu evakuasi hewan berbisa, seperti ular. Warga jangan evakuasi sendiri, karena sangat berbahaya bahkan dapat mengancam nyawa," tambahnya.