Cara Lampung bantu tanggulangi kekeringan

id Infrastruktur air Lampung, antisipasi El Nino, penampungan air

Cara Lampung bantu tanggulangi kekeringan

Warga mencari ikan di waduk yang mengering di Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Selasa (25/7/2023). Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan puncak kemarau imbas fenomena El nino terjadi pada Agustus hingga awal September mendatang. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/aww.

Bandarlampung (ANTARA) - Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung Lampung Roy Panagom Pardede mengatakan adanya infrastruktur Akuifer Buatan Simpanan Air Hujan (ABSAH) di daerah itu menjadi salah satu sarana untuk menanggulangi kekeringan dampak fenomena El Nino.

"Dalam mengantisipasi adanya fenomena El Nino, kami telah membentuk satuan kerja yang terus berkoordinasi dengan BMKG untuk melakukan pengawasan kekeringan sesuai dengan program menjaga sumber daya air," ujar Roy Panagom Pardede di Bandarlampung, Senin.

Ia mengatakan berbagai langkah penanggulangan mencegah adanya kekurangan air di musim kemarau yang dilakukan oleh pihaknya, salah satunya dengan pengoperasian infrastruktur ABSAH.

"Untuk menanggulangi ini kami memiliki infrastruktur ABSAH, tampungan air ini menangkap air dari hujan yang masih sering terjadi di sini," katanya.

Menurut dia, infrastruktur penyedia air baku mandiri itu memiliki prinsip kerja dimana akan menampung air hujan dalam tampungan yang disaring dengan media akuifer buatan berupa kerikil, pasir, batu bata merah, batu gamping, ijuk dan arang.

"Infrastruktur ABSAH ini biasa ditaruh di daerah kering sebagai sumber air baku dan dipakai secara komunal oleh masyarakat. Infrastruktur ini bisa dimanfaatkan dengan optimal untuk menanggulangi kekeringan dampak El Nino," ucapnya.

Ia melanjutkan selain itu pihaknya telah melakukan pembangunan sumur bor di daerah yang sering terjadi kekeringan dan telah berfungsi seperti di Kabupaten Lampung Selatan.

"Lalu ada juga upaya untuk memastikan berfungsinya embung dengan baik, dengan memperbaiki bagian yang rusak. Lalu memantau kondisi air yang ada di waduk dan bendungan untuk memastikan kita bisa bertahan di musim kering," tambahnya.

Berdasarkan data Kementerian PUPR dalam laman sigi.pu.go.id jumlah infrastruktur ABSAH di Lampung ada 40 unit.

Sarana itu tersebar di Kabupaten Lampung Selatan di tiga lokasi, di Lampung Timur ada tujuh lokasi, Kota Bandarlampung ada dua lokasi.

Lalu di Kabupaten Pesawaran satu lokasi, Pringsewu lima lokasi, Lampung Utara tujuh lokasi, Tulang Bawang Barat tiga lokasi, Tulang Bawang dua lokasi dan Mesuji 10 lokasi.