Pol PP Bandarlampung Razia Anak Jalanan-Gelandangan

id pol pp balam razia gepeng

Pol PP Kota Bandarlampung melakukan razia gelandangan dan pengemis (FOTO: ANTARA Lampung/ist)

...Kami hari ini melakukan razia anak jalanan dan gelandangan yang mulai marak, kata Haristari...
Bandarlampung  (ANTARA LAMPUNG) - Polisi Pamong Praja Kota Bandarlampung melakukan razia anak jalanan dan gelandangan, karena dinilai mulai meresahkan warga di ibu kota Provinsi Lampung.

"Kami hari ini melakukan razia anak jalanan dan gelandangan yang mulai marak," kata koordinator razia Pol PP Kota Bandarlampung Haristari di Bandarlampung, Selasa.

Dia mengatakan telah melakukan penyisiran di Jalan Pangeran Antasari, Jalan Arief Rahman Hakim, Jalan Sultan Agung, Jalan Soekarno-Hatta, dan Jalan ZA Pagar Alam.

Ia melanjutkan, dalam razia ini pihaknya lebih fokus kepada anak kecil yang menjadi pengemis dan orang tua (lanjut usia).

"Dalam razia ini kami berhasil menjaring tiga pengemis dewasa, dua anak kecil, dan empat anak jalanan yang jika ditotal jumlahnya ada sembilan orang," kata dia lagi.

Pada saat melakukan razia, ada yang sedang mengemis dan kedapatan sedang mabuk menggunakan lem, ujarnya pula.

Tidak dipungkiri, pada saat razia pun ada juga mereka yang melarikan diri, sehingga pihaknya harus melakukan kejar-kejaran.

"Razia ini pun akan terus digelar, agar masyarakat merasa nyaman saat melintasi jalan di kota ini," kata dia.

Ia menyatakan, anak jalanan, gelandangan dan pengemis yang berhasil terjaring diserahkan ke Dinas Sosial untuk dilakukan pembinaan lebih lanjut.

Sejumlah anak jalanan yang terjaring mengaku disuruh oleh seseorang untuk mengemis di jalanan, yakni Nl (12) mengatakan bahwa ada yang menjadi bos dalam kelompoknya tapi sudah melarikan diri. "Ada bosnya, tapi tadi lari duluan," kata dia pula.

Lain halnya dengan Lin (29) mengaku terpaksa melakoni pekerjaan barunya sebagai pengemis menggunakan kotak amal.

"Saya bantu suami sebagai tukang becak hanya dapat Rp20 ribu per hari, saya pernah jadi tukang cuci tapi tidak cukup untuk bayar kontrakan ditambah lagi perlu uang jajan untuk anak," kata dia lagi.

Dia mengatakan selama menjadi tukang cuci hanya mendapatkan Rp450 ribu per bulan, jika mengemis bisa dapat Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per hari.

Selain pengemis dan gelandangan, belakangan ini sejumlah warga Kota Bandarlampung juga mengharapkan instansi terkait di kota ini segera menangani orang gila yang berkeliaran, bahkan di antaranya tanpa pakaian di wilayah ibu kota Provinsi Lampung ini.

(ANTARA)
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar