KONI berduka atas wafatnya Donny Kesuma mantan atlet softball juara SEA Games 1997

id Donny Kesuma ,KONI Pusat ,Ketum KONI pusat ,Marciano Norman KONI

KONI berduka atas wafatnya Donny Kesuma mantan atlet softball juara SEA Games 1997

Dokumentasi mantan atlet softball Donny Kesuma yang menjuarai SEA Games 1997, Jakarta, Rabu (20/3/2024). ANTARA/HO-KONI Pusat

Jakarta (ANTARA) -
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat berduka atas wafatnya mantan atlet softball Donny Kesuma, yang merupakan bagian dari tim nasional yang menjuarai SEA Games 1997.
 
Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman mengatakan, dunia olahraga Indonesia diterpa duka dengan meninggalnya mantan atlet yang berposisi pitcher itu akibat penyakit jantung, pada Selasa 19 Maret lalu.

"Saya mengucapkan turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya Donny Kesuma. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan," kata Marciano dalam keterangan tertulis dari laman resmi KONI Pusat yang dipantau ANTARA di Jakarta, Rabu.
 
Ia mengapresiasi Donny yang juga seorang aktor dengan segudang prestasi dan karya.
 
Purnawirawan jenderal bintang tiga itu menyampaikan bahwa almarhum merupakan sosok atlet ideal, karena berprestasi di dalam dan luar lapangan.
 
"Semoga ke depan, akan lahir atlet-atlet softball berprestasi yang akan mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia," ujar dia.

Ketum KONI Bangka Belitung, Ricky Kurniawan, mengatakan Donny merupakan anggota dan bagian dari keluarga besar KONI provinsi tersebut.
 
Sosok almarhum dikenal sebagai sosok yang selalu berinisiatif menolong tanpa diminta, tidak sombong, dan kerap bercanda.
 
"Kaget waktu dapat info beliau tiba-tiba gagal jantung, padahal sempat membaik kondisinya, tapi lebih kaget lagi dapat info beliau sudah tidak ada," kata Ricky.
 
Selain menjadi atlet softball, Donny yang kelahiran Bandung pada 6 Juni 1968 itu juga dikenal sebagai aktor yang memiliki banyak karya sinetron dan film.
 
Di antaranya, Hari Berganti Hari (1999), Siti Nurbaya (2004), Jelita & Juwita (2005), Habibi dan Habibah (2005), Alisha (2007), dan Police 86 (2012). Sedangkan untuk film, pria bertubuh tinggi itu membintangi film Kawin Kontrak 3 (2013), Doea Tanda Cinta (2015), Why Do You Love Me (2023), hingga Mohon Doa Restu (2023).
 
Bahkan ia masih terlibat film yang belum dirilis yakni film terakhir dari trilogi Buya Hamka bersama aktor kawakan lain, yaitu Vino G. Bastian.