Produktivitas perkebunan anjlok, kopi Lampung makin mahal

id Lampung barat ,Kopi Robusta ,Harga kopi

Produktivitas perkebunan anjlok, kopi Lampung makin mahal

Peneliti Balitbangda Provinsi Lampung bersama petani kopi saat menghadiri Festival kopi Lampung Barat 2018 (ANTARA/HO-Humas Pemerintah Provinsi Lampung)

Lampung Barat (ANTARA) - Harga biji kopi Lampung makin mahal di tengah menurunnya produktivitas hasil perkebunan di daerah itu.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Lampung Barat, Yudha Setiawan mengatakan, harga biji kopi robusta di Lampung Barat melonjak dari kisaran Rp20 ribu per kilogram menjadi Rp37.500 per kg.

"Harga biji kopi asalan pada Mei 2023 menyentuh harga kisaran Rp35.000 hingga Rp37.500 per kilogram di tingkat pengumpul," kata Yudha Setiawan, saat dihubungi dari Pesisir Barat, Jumat.

Ia mengatakan, harga kopi kualitas terbaik atau premium jauh lebih tinggi dibandingkan harga kopi asalan, yakni mencapai Rp45.000 per kilogram.

Ia menyampaikan, Kabupaten Lampung Barat memiliki komoditas unggulan yaitu, kopi Robusta yang berkontribusi 47 persen terhadap  Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Lampung Barat.

Ia juga mengatakan saat ini luas lahan perkebunan kopi di Lampung Barat mencapai 54.104 hektare dengan produksi tahun 2022 mencapai 56.054 ton.

Namun tingginya curah hujan di tahun 2022 berdampak pada menurunnya produksi kopi robusta pada tahun 2023, yakni mencapai 20 sampai 50 persen.

Oleh karena itu pihaknya selalu memberikan kiat atau tips kepada para petani kopi di daerah ini, untuk menjaga dan meningkatkan produksi kopi guna menjaga stabilitas harga.

Untuk menjaga produksi kopi tetap stabil, ia menjelaskan, harus mengatasi suhu ekstrem pada tanaman kopi dengan cara melakukan penyiraman.

"Perkembangan produksi setiap komoditas sangat dipengaruhi dengan kesesuaian cuaca maupun pola budidaya, atau pemeliharaan yang ramah terhadap cuaca dan sesuai dengan kebutuhan pemeliharaannya seperti ketersediaan unsur hara dan ketersediaan air," ujarnya.