
Panglima TNI lepas Satgas MTF Kontingen Garuda ke Lebanon

KRI ini sudah sesuai dengan standar NATO. KRI ini dilengkapi dengan persenjataan yang cukup memadai, yakni rudal, torpedo, dan meriam
Jakarta (ANTARA) - Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa melepas 119 personel yang tergabung dalam Satuan Tugas Maritime Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda XXVIII-N/UNIFIL TA 2022 untuk menjalani misi perdamaian di Lebanon.
Dengan menempuh perjalanan sejauh 6.611 Nm dan kecepatan 14 knots, KRI FKO368 akan melaksanakan perjalanan dengan rute Jakarta, Belawan, Cochin (India), Salalah (Oman), Port Said (Egypt), kemudian melewati Suez Canal, Beirut (Lebanon) dengan waktu tempuh 27 hari. Kapal itu diharapkan tiba di Lebanon pada 27 Desember 2022.
Selain melaksanakan tugas diplomasi militer, Satgas MTF TNI Konga XXVIII-N juga melaksanakan kegiatan lain, seperti Maritime Interdiction Operation (MIO) dengan melaksanakan pengawasan maritim di Area of Maritime Operation (AMO).
Satgas juga melaksanakan pelatihan guna meningkatkan kemampuan Lebanese Armed Force Navy (LAF-Naw) sehingga mampu menjaga wilayah laut teritorial secara mandiri, melaksanakan hailing seluruh kapal yang akan masuk/keluar perairan teritorial, melaksanakan boarding and inspection bila ada kapal asing yang dicurigai, dan bertugas melaporkan kontak udara dari luar/dalam wilayah AMO.
Keberangkatan Satgas MTF pada tahun ini merupakan bentuk kepercayaan pimpinan kepada prajurit Jalasena dalam mengemban misi perdamaian, baik sebagai duta TNI maupun duta bangsa, untuk memperkokoh hubungan diplomasi antara Indonesia dan negara sahabat.
Hal itu juga sebagai wujud implementasi perintah dari Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono untuk menjaga kepercayaan negara dan rakyat kepada TNI Angkatan Laut melalui kerja nyata yang bermanfaat bagi institusi, masyarakat, serta bangsa dan negara.
Sebagai komponen maritim dalam misi UNIFIL, Satgas MTF memiliki peran sentral untuk menjaga stabilitas keamanan di laut dengan melaksanakan operasi interdiksi laut guna mencegah masuknya senjata dan material secara tidak sah ke Lebanon.
Pewarta : Syaiful Hakim
Editor:
Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
