Polisi: Empat warga sipil dilaporkan hilang dalam kerusuhan di Dogiyai

id Empat warga sipil dilaporkan hilang dalam kerusuhan di Dogiyai

Polisi: Empat warga sipil dilaporkan hilang dalam kerusuhan di Dogiyai

Salah satu kantor pemerintahan yang dibakar massa di Dogiyai. (ANTARA/HO/Humas Polda Papua)

Belum bisa dipastikan berapa besar kerugian akibat amuk massa karena rumah warga yang dibakar sekitar 80-an rumah petak dan dua truk, kata Kamal
Jayapura (ANTARA) - Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal mengatakan sebanyak empat warga sipil hingga kini dilaporkan hilang dalam aksi anarkis yang terjadi di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah.
 
Dari laporan terungkap ada seorang ibu dengan dua anaknya dan seorang lainnya yang dilaporkan hilang oleh keluarga, kata Kombes Kamal di Jayapura, Minggu.
 
Dikatakan, aksi pembakaran diawali kasus kecelakaan lalu lintas yang menewaskan bocah berusia lima tahun yakni Noldi Goo (5 th) akibat ditabrak truk.
 
Massa sempat melakukan pembakaran di beberapa titik termasuk kantor pemerintah dan rumah warga.
 
Bahkan Minggu dini hari massa masih melakukan pelemparan batu dan anak panah ke petugas yang berjaga-jaga sehingga anggota membalas dengan mengeluarkan tembakan peringatan untuk menghalau massa agar tidak mendekat ke arah petugas.
 
Tercatat tiga orang terluka termasuk dua anggota Polres Dogiyai.
 
"Belum bisa dipastikan berapa besar kerugian akibat amuk massa karena rumah warga yang dibakar sekitar 80-an rumah petak dan dua truk," kata Kamal.
 
Ia mengatakan, saat ini situasi di Kabupaten Dogiyai berangsur-angsur kondusif namun anggota masih bersiaga terutama di sejumlah wilayah yang dianggap rawan.
 
Dua pleton Brimob dari Nabire sudah dikerahkan ke Dogiyai untuk memperkuat aparat keamanan yang ada di wilayah itu.
 
"Mudah-mudahan kondisi keamanan kembali kondusif sehingga aktivitas masyarakat kembali normal, " harap Kombes Kamal.