Nanyang-Bekraf kembali menghadirkan lima film Indonesia

id pemutaran film Indonesia di China,film Indonesia di China, hit and run,film Indonesia

Nanyang-Bekraf kembali menghadirkan lima film Indonesia

Para insan film ASEAN dan China saat pembukaan 'China-ASEAN Film Screening 2019 di Nanning, China, Senin (23/9) (ANTARA/KJRI Guangzhou)

"Seperti 2017 dan 2018, pada tahun ini pula kami berhasil memutar lima film," kata Gandhi Priambodo, pimpinan NBM.
Beijing (ANTARA) - Nanyang Bridge Media (NBM) selaku fasilitator seni dan budaya Nusantara di China bersama Badan Ekonomi Kreatif RI kembali menghadirkan lima film nasional untuk diputar di Nanning, Daerah Otonomi Guangxi.

"Seperti 2017 dan 2018, pada tahun ini pula kami berhasil memutar lima film," kata Gandhi Priambodo, pimpinan NBM, kepada Antara di Beijing, Rabu.

Kelima judul film Indonesia yang berhasil memukau penonton menjelang agenda rutin China-ASEAN Expo (CAEXPO) itu adalah "Galih dan Ratna", "Kartini", "27 Steps of May", "Keluarga Cemara", dan "Hit & Run".

Pada kesempatan tersebut, NBM turut pula mengundang para pihak yang terlibat dalam film "Keluarga Cemara" ke Nanning, yakni Adhisty Zara (pemeran Euis), Ajeng Prameswari, dan Nurita Anandia (co-producer).

"Tentu kami bangga dipercaya untuk menghadirkan film Indonesia di ajang 'China-ASEAN Film Screening 2019' yang menyajikan berbagai film unggulan dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara dan China selaku tuan rumah," ujarnya.


Apalagi dalam CAEXPO tahun ini, Indonesia menjadi tamu kehormatan (country of honor) sehingga menurut Gandhi, banyak kegiatan seni dan budaya Nusantara yang disuguhkan kepada para pengunjung ajang tahunan di wilayah yang berbatasan langsung dengan Vietnam itu.

Sebelumnya NBM juga telah berhasil mengantarkan "Hit & Run" meraih penghargaan "Jackie Chan International Action Film Week" di Datong, Provinsi Shanxi, pada bulan Juli 2019.

Konsul Sosial Budaya Konsulat Jenderal RI di Guangzhou Kurniawan Wibowo menilai CAEXPO turut pula menjadi ajang promosi budaya Nusantara dengan digelarnya pemutaran film.



"Kalau melihat tingkat keterisian kursi penonton untuk pemutaran kelima film yang mencapai lebih dari 76 persen tentu ini menjadi pembuka jalan bagi perfilman Indonesia di China," ujarnya.

Dari kelima film yang diputar di Nanning pada tahun ini, dua di antaranya, yakni "Kartini" dan "Galih dann Ratna" juga telah diputar di tempat dan dalam kesempatan yang sama pada tahun lalu.