Kagama-P2WKKM-Paguyuban KOSTI Lampung gelar wayang kulit

id Lampung,Metro,HUTRI,Kagama,P2WKKM,KOSTILAMPUNG,Harijadikotametro

Ketua Kagama Metro Bangkit Haryo Utomo. (Antaralampung.com/Hendra Kurniawan)

Tidak semua kalangan pernah mengalami masa masa jayanya pagelaran wayang kulit. Wayang kulit merupakan kekayaan budaya yang harus dilestarikan, ucapnya
Metro (ANTARA) - Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Kota Metro bekerja sama dengan Payuguban Onthel KOSTI Lampung dan Paguyuban Penggemar Wayang Kulit Kota Metro (P2WKKM) akan mengadakan acara onthel bareng dan wayang kulit memperingati HUT ke-74 RI dan Hari Jadi ke-82 Kota Metro. 

"Gowes bareng ini akan dilaksanakan di Samber Park, Sabtu 3 Agustus 2019. Kemudian malam harinya dilanjutkan dengan pagelaran wayang Kulit dengan lakon 'Semar mbangun deso' dengan dalang Ki Kunto Guritno, S.Sn. Masyarakat Kota Metro akan diberi kesempatan mendapatkan door prize menarik, jajanan pasar, klitikan dan lain-lain yang semuanya itu akan diperoleh secara gratis," kata Ketua Kagama Kota Metro Bangkit Haryo Utomo, Senin.

Dikatakannya, selama ini para alumni UGM yang tergabung dalam wadah Kagama Metro memiliki komitmen untuk dapat berkarya dan memberikan kontribusi yang positif bagi masyarakat di Kota Metro.

"Melalui acara ngonthel bareng dan wayangan ini kita berharap semakin mendekatkan Kagama dengan masyarakat. Apalagi Kota Metro memiliki latar budaya yang  beragam. Termasuk keberadaan suku Jawa karena pada awalnya Metro memang menjadi daerah kolonisasi maka pagelaran wayang kulit ini kami peruntukkan bagi penggemar wayang kulit se-Kota Metro," kata bangkit yang juga menjabat ketua panitia. 

Ketua KOSTI Lampung Tutut Zatmiko menjelaskan, melalui even gowes bareng Onthelis Lampung ini diharapkan dapat menguatkan silaturahmi penggemar sepeda tua.

"Bahkan onthelis dari daerah lain seperti Pringsewu, Bandar Lampung dan beberapa kabupaten penyangga sekitar Metro sudah menyatakan siap ikut meramaikan gelaran acara ini," jelasnya.

Sementara itu, Ketua P2WKKM Michael Suyono mengatakan, saat ini dominasi teknologi begitu kuat, karenanya penting untuk mengenalkan dan melestarikan budaya kepada generasi muda. 

"Tidak semua kalangan pernah mengalami masa masa jayanya pagelaran wayang kulit. Wayang kulit merupakan kekayaan budaya yang harus dilestarikan," ucapnya.

Ia mengajak masyarakat di Kota Metro untuk ikut memeriahkan acara tersebut yang akan digelar pada 3  Agustus 2019 di Lapangan Samber Kota Metro.
Pewarta :
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar