Herlina "Pending Emas" meninggal

id Papua, Herlina Kasim

Herlina "Pending Emas" meninggal

Herlina Kasim (mariamrisnawati.wordpress.com)

Jakarta (Antara Lampung) - Pejuang pembebasan Irian Barat Herlina "Pending Emas " Kasim meninggal di Jakarta pada Selasa malam dalam usia 75 tahun, kata petugas Rumah Sakit TNI Angkatan Darat Gatot Subroto (RSPAD).
        
Pejuang Trikora itu menghembuskan napas terakhir pada pukul 22.45 WIB di ruang perawatan ICU dan jenazahnya kini berada di rumah duka rumah sakit kepresidenan tersebut.
        
Ia dikabarkan sudah sakit-sakitan dan terjatuh kemudian tidak sadarkan diri sehingga dibawa ke rumah sakit.
        
Herlina sangat dikenal di Indonesia sesudah mendaftarkan diri sebagai sukarelawan   dalam Gerakan Trikora untuk membebaskan Irian Barat (sekarang Papua) dan diterjunkan ke wilayah itu bersama 20 pejuang lain.
        
Ia menjadi wanita pertama terjun ke hutan Irian dan sebagai penghargaan atas jasanya, Presiden Soekarno memberikan penghargaan berupa "pending emas" (sabuk emas) berbobot 500 gram.
        
Herlina dikabarkan mengembalikan hadiah tersebut dan mengatakan bahwa perjuangannya dilakukan dengan tulus. Sejak itu, julukan Pending Emas melekat padanya.
        
Perempuan kelahiran Malang, Jawa Timur, pada 24 Februari 1941 itu juga giat di bidang olahraga, khususnya sepak bola, dan pada 1992 secara pribadi memberikan pendampingan hukum dan memulangkan lebih dari 40 nelayan asal Jawa Timur, yang terdampar dan dijerat hukum melanggar batas wilayah negara di Republik Palau, Pasifik.

ANTARA