Aktivis 'Black Lives Matter' Inggris ditembak

id Inggris,Black Lives Matter,penembakan,London

Aktivis  'Black Lives Matter' Inggris ditembak

Ilustrasi suasana di London - Masyarakat mengantre untuk menjalani tes COVID-19 di jalan raya Ealing, tempat varian virus corona SARS-CoV-2 baru yang berasal dari Afrika Selatan ditemukan, di London Barat, Inggris (2/2/2021). ANTARA FOTO/REUTERS / Henry Nicholls/aww.

London (ANTARA) - Aktivis gerakan ‘Black Lives Matter’ Sasha Johnson berada dalam kondisi kritis usai ditembak di kepala pada Minggu (23/5) dini hari di bagian selatan kota London , kata partai politik yang menaunginya.

Kepolisian Metropolitan London sementara itu meminta agar para saksi memberi informasi usai petugas menemukan seorang korban yang disebutnya sebagai  perempuan berusia sekitar 20 tahun, yang menderita luka tembak di area Peckham.

Polisi mengatakan bahwa perempuan yang tak disebut namanya itu masih berada dalam perawatan di rumah sakit dan nyawanya terancam akibat luka-luka yang dideritanya.

“Kami semua berharap agar kondisi perempuan muda ini membaik,” kata inspektur kepala detektif Jimi Tele.

“Investigasi kami tengah berada di tahap awal dan penelusuran darurat telah dilakukan untuk mendapatkan gambaran keadaannya.”

Johnson, yang merupakan ibu dari dua orang anak, telah menjadi sosok yang memimpin pergerakan ‘Black Lives Matter’ (Nyawa Orang Kulit Hitam Berharga) di Inggris dan merupakan anggota komite kepemimpinan eksekutif Partai Pengambilan Inisiatif, menurut partai tersebut melalui akun Instagramnya.

“Serangan itu terjadi pada dini hari ini, menyusul sejumlah ancaman pembunuhan atas aktivismenya,” kata partai tersebut.

Meski demikian, seorang teman Johnson mengatakan kepada BBC bahwa dia mengira bahwa kejadian tersebut lebih berkaitan dengan permusuhan kelompok daripada aktivismenya. Dia juga meyakini bahwa Johnson bukanlah korban yang menjadi incaran.

Sumber: Reuters
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar