Lapas Kelas IIA Metro buka penitipan makanan bagi warga binaan

id LapasMetro,Metro

Lapas Kelas IIA Metro buka penitipan makanan bagi warga binaan

Salah satu warga binaan di Lapas Kelas IIA Metro tengah melakukan video call dengan keluarganya. Saat pandemi COVID-19 ini, Lapas Metro meniadakan kunjungan secara fisik. (Antaralampung.com/Istimewa)

Metro (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Metro membuka penitipan untuk masyarakat yang ingin mengirimkan makanan kepada warga binaan di Lapas tersebut. 

"Penitipan makanan ini kita buka dalam rangka Hari Raya Idul Fitri. Ini berlaku sampai tanggal 30 Mei 2020," kata Kalapas Metro, Ade Kusmanto, di Metro, Senin. 

Dikatakannya, pada Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah, Lapas Metro tidak menyediakan kunjungan secara fisik bagi warga binaan dan digantikan dengan kunjungan online melalui video call. 

Sebagai gantinya, lanjut dia, masyarakat bisa menitipkan makanan untuk keluarganya yang sedang menjalani masa hukuman di Lapas tersebut. 

"Pada hari pertama dan kedua ini antusiasme masyarakat untuk menitipkan makanan cukup tinggi. Pada hari pertama dan kedua hari raya, masyarakat masih berbondong -bondong membawakan makanan kesukaan narapidana dan tahanan," lanjutnya. 
 
Ade menjelaskan, penerimaan makanan untuk warga binaan tetap memperhatikan SOP COVID -19, pengirim makanan wajib dicek suhu tubuh, cuci tangan, menggunakan masker dan masuk bilik steril.

"Selanjutnya diterima dan diperiksa  barang titipan makanannya untuk mencegah masuknya barang terlarang seperti narkoba," jelasnya.

Ia menambahkan, pada Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah ini, sebanyak 347 warga binaan mendapatkan remisi khusus (RK). Jumlah tersebut terdiri dari RK I dan RK II.

"Remisi ini diberikan kepada warga binaan yang beraga Islam dan telah memenuhi syarat. Rincian yang mendapatkan RK yakni terkait perkara kriminal umum sebanyak 272 orang, RK terkait PP 28 tahun 2006 sebanyak satu orang, RK terkait PP 99 tahun 2012 sebanyak 73 orang dan RK II sebanyak satu orang," tambahnya. 
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar