Juan Mata minta dunia sepak bola tetap tenang dan percaya dengan para ahli

id Manchester United,Juan Mata,Virus corona,COVID-19,olahraga terdampak corona,juan mata mu

Juan Mata minta dunia sepak bola tetap tenang dan percaya dengan para ahli

Pemain Manchester United Juan Mata saat melakukan pemanasan.(REUTERS/PHIL NOBLE)

Kita harus menunggu dan memercayai para ahli sampai kita bisa bermain sepak bola lagi
Jakarta (ANTARA) - Gelandang Manchester United (MU) Juan Mata meminta dunia sepak bola untuk tetap tenang dan "percaya dengan para ahli" saat seluruh kompetisi harus ditunda akibat pandemi virus corona.

Sama seperti liga-liga di Eropa, Liga Premier Inggris juga harus ditangguhkan di tengah krisis corona dan masih belum jelas kapan kompetisi-kompetisi akan bergulir kembali.
Baca juga: Mata ingatkan MU harus hormati Club Brugge, lawan pada babak 32 besar Liga Eropa

Federasi Sepak Bola Eropa UEFA telah berjanji untuk menuntaskan kompetisi musim ini pada akhir Juni, tetapi Liga Inggris akan ditunda setidaknya hingga 2 Mei dan kemungkinan bisa diundur lagi bila situasinya semakin buruk.

United membatalkan sesi latihan dan memberi pemain mereka waktu istirahat ekstra pekan ini, tetapi memberikan program latihan individu agar mereka tetap bugar selama masa isolasi.

Juan Mata sendiri memberikan kabar terbaru tentang rutinitasnya melalui "video call" klub, ia juga melaporkan tentang kebugarannya.

“Kami mengatasi masalah dengan baik. Kami jelas-jelas berada di rumah, berusaha menjadi bugar, berusaha berlatih semampu kami, melakukan beberapa latihan di rumah dan berusaha tetap bugar, sabar dan tenang,” kata Mata yang dikutip Goal pada Minggu.


"Bersabar dan tenang adalah satu-satunya hal yang bisa kita lakukan sekarang. Kita harus menunggu dan memercayai para ahli sampai kita bisa bermain sepak bola lagi."
Baca juga: Dampak Corona, Liga Premier Inggris bahas kelanjutan kompetisi musim ini

Pada Sabtu pagi waktu setempat, ada lebih dari 5.000 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi di Inggris dan 233 orang meninggal akibat penyakit ini.
Pewarta :
Editor : Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar