Warga Mesuji keluhkan debu dan polusi dari kendaraan besar pengangkut barang

id Mesuji, warga keluhkan, kendaraan besar

Warga Mesuji, Lampung keluhkan kendaraan besar yang melintas akibat debu dan polusi asap (Antaralampung.com/Damiri)

Jalan di Jalintim ini sampe bolong-bolong. Pernah ditambal tapi tidak lama rusak lagi, kata dia
Mesuji (ANTARA) - Sejumlah warga di Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung mengeluhkan adanya debu dan polusi asap dari kendaraan besar pengangkut barang.

"Debunya mas, apalagi kalau tidak hujan. Ini sudah ada satu bulan tidak hujan," kata Rudi (45), salah satu warga Simpang Pematang, Mesuji, Sabtu.

Rudi mengatakan, Jalan Lintas Timur (Jalintim) ini memang sering dilalui oleh kendaraan besar yang mengangkut barang. Tidak tangung-tanggung, kendaraan yang melewati Jalintim kapasitasnya bahkan sampai 20 ton.

"Kadang kan mereka berhenti di pinggir jalan, saya pernah ngobrol-ngobrol sampai 20 ton mereka bawa barang," kata dia.

Baca juga: Pengguna jalan keluhkan kerusakan Jalintim Lampung-Sumsel

Dia menambahkan kendaraan besar yang melintas di Jalintim ini merupakan kendaraan dari luar daerah bahkan kendaraan bernomor polisi Bandarlampung. Mereka biasanya sering membawa angkutan berupa sawit, karet, hingga batu bara.

"Jalan di Jalintim ini sampe bolong-bolong. Pernah ditambal tapi tidak lama rusak lagi," kata dia.

Sambung Wati, (35) istri dari Rudi berharap agar pengguna jalan khususnya kendaraan besar membatasi bawaannya. Dia juga meminta pengendara mobil agar melalui jalan tol guna menghindari kemacetan.

"Sebab mereka kalau melintas jalan sini, pasti macet. Biasanya yang sering macet itu sore hari," katanya.
Pewarta :
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar