BUMN Hadir - peserta SMN Gorontalo ikuti bedah buku

id kabag pkbl jamkrindo, smn gorontalo, bumn hadir untuk negeri,siswa mengenal nusantara

Pendamping peserta SMN Gorontalo Lies Nun Heriyatisah (Foto: Antaralampung.com/Samino)

Bandarlampung (Antaranews Lampung) - Sebanyak 24 peserta Siswa Mengenal Nusantara (SMN) asal Provinsi Gorontalo dengan beberapa pendamping, Senin pagi, tiba di Provinsi Lampung dan langsung mengikuti acara bedah buku yang digelar di Perpustakaan Daerah dan Kearsipan Provinsi Lampung.

Para peserta SMN dalam program "BUMN Hadir Untuk Negeri" ini diterima langsung oleh Kepala Perpustakaan Daerah dan Kearsipan Herlina Warganegara dan Fuad Azizi, Manager Partnership Program PT Semen Baturaja.

Bedah buku berjudul "Cerita Nusantara Kami. Catatan Peserta SMN 2017" menampilkan dua pembicara masing-masing Diah Utaminingsih S.Psi, MA, Psi dari PKIP Universitas Lampung dan Mawardi SE, MM dari Forum CSR Lampung serta dilanjutkan dengan pelatihan penulisan artikel yang disampaikan oleh Redaktur Senior Perum LKBN Antara Biro Provinsi Lampung Budisantoso Budiman.

Pendamping peserta SMN Gorontalo Lies Nun Heriyatisah, Kabag PKBL Jamkrindo menjelaskan para peserta SMN Gorontalo akan berada di Lampung selama sekitar delapan hari untuk melakukan sejumlah kunjungan dan kegiatan, mempelajari dan mengenal Provinsi Lampung secara lebih dekat dan lebih luas dengan berbagai seni dan budayanya.

"Program SMN yang menjadi bagian dari `BUMN Hadir Untuk Negeri` sebagai kegiatan yang baik dan menjadi wadah para siswa agar dapat mengenal sejumlah daerah di Tanah Air, salah satunya Provinsi Lampung," katanya.

Provinsi Gorontalo mengirinkan 24 peserta SMN serta beberapa siswa disabilitas, selama di Lampung mereka akan mengikuti pelatihan Bela Negara dan kedisiplinan oleh TNI AL Lampung selama dua hari serta kegiatan lainnya.

Mereka juga akan mengunjungi Taman nasional Way Kambas di Lampung Timur yang menjadi habitat dan Pusat Latihan Gajah (PLG) agar lebih mengenal alam dan menjaga kelestariannya.

"Saya berharap semua yang diperoleh selama di berada Lampung dapat dijadikan oleh-oleh untuk dibawa ke Gorontalo,: kata Lies.

 
Peserta Siswa Mengenal Nusantara (SMN) asal Provinsi Gorontalo dengan beberapa pendamping foto bersama sebelum mengikuti acara acara bedah buku yang digelar di Perpustakaan Daerah dan Kearsipan Provinsi Lampung. Senin (13/8) (Foto: Antaralampung.com/Samino)


Sementara itu, Kepala Perpustakaan Daerah dan Kearsipan Provinsi Lampung Herlina Warganegara saat menyambut pserta SMN Gorontalo mengatakan melalui SMN diharapkan para peserta mampu menyerap berbagai hal-hal positif terutama untuk mengenal seni dan budaya Lampung.

SMN, katanya, akan mengajarkan kepada siswa untuk menjaga persatuan dan mensikapi kebhinekaan Indonesia, karena negara ini sangat kaya dengan berbagai budaya yang harus dikenali oleh warganya.

Provinsi Lampung dengan 15 kabupaten/kota memiliki banyak budaya dan objek wisata yang perlu diperkenalkan ke daerah lain, seperti Teluk Kiluan dengan lumba-lumbanya. Pulau Pahawang dengan pemandangan bawah lautnya dan beberapa pantai menarik lainnya.

"Saya berharap dari pertukaran peserta SMN ini nantinya ada yang diceritakan ke masyarakat Gorontalo," kata Herlina.

Provinsi Lampung, kata dia, juga dikenal sebagai penghasil kopi robusta terbesar di Indonesia dan lada hitam yang hingga kini masih menjadi andalan petani setempat. Karena ada motto "Ingat Kopi Ingat Lampung, Ingat Kopi Robusta".

Di tempat yang sama, Fuad Azizi, Manager Partnership Program dari PT Semen Baturaja mengatakan melalui SMN diharapkan dapat ditanamkan rasa nasionalisme dan kebangsaan untuk mencintai Tanah Air.

"Keberagaman budaya di Indonesia memiliki nilai-nilai moral yang tinggi untuk dipahami demi menjaga rasa persatuan dan kesatuan serta kebhinekaan," katanya.

Ia menjelaskan, PT Semen Baturaja juga terus membantu masyarakat di bidang pendidikan di Lampung, salah satunya akan membantu taman bacaan di beberapa sekolah di Lampung serta buku-buku bacaan untuk perpustakaan daerah untuk menambah ilmu dan pengetahuan bagi pengunjung.

Kepada peserta SMN asal Goroantalo, Fuad meminta agar menggali dan mengenali seni dan budaya yang ada di Provinsi Lampung untuk dijadikan oleh-oleh saat pulang ke daerah asal.

Para siswa SMN Gorontalo akan berada di Provinsi Lampung selama delapan hari untuk melaksanakan berbagai kegiatan, di antaranya pelatihan Bela Negara, mengunjungi objek wisata, mengenal seni dan budaya Lampung serta pelatihan jurnalistik dan bedah buku.

Selama berada di Lampung, kegiatan SMN asal Gorontalo akan dikoordinasikan oleh BUMN PT Semen Baturaja dibantu oleh PT Kimia Farma dan Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI).

SMN merupakan bagian dari program "BUMN Hadir Untuk Negeri" Kementrian BUMN yang telah dilaksanakan sejak tahun 2015. Para peserta SMN direkrut dari sejumlah SMA/SMK yang ada di beberapa kabupaten/kota di masing-masing provinsi.

Para siswa SMN ini selanjutnya akan mengikuti pertukaran siswa dengan provinsi lain, khusus untuk Lampung para peserta SMN melakukan pertukaran dengan peserta SMN Gorontalo.
 
Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar