Menteri: 61 K/L penurunan anggaran RKP 2017

id sofyan jalil, penurunan anggaran

Menteri: 61 K/L penurunan anggaran RKP 2017

Sofyan Djalil (ANTARA FOTO/Ismar Patrizki)

...Ada sekitar 61 K/L terjadi penurunan anggaran terutama anggaran pembangunan. Kami alokasikan nanti untuk program prioritas supaya APBN mencapai sasaran yang diinginkan, kata Sofyan Djalil...
Jakarta (ANTARA Lampung) - Menteri Perencanaan Pembangunan (PPN)/Kepala Bappenas Sofyan Djalil mengatakan ada 61 kementerian/lembaga yang mengalami penurunan anggaran dalam Rencana Kerja Pemerintah 2017.

"Ada sekitar 61 K/L terjadi penurunan anggaran terutama anggaran pembangunan. Kami alokasikan nanti untuk program prioritas supaya APBN mencapai sasaran yang diinginkan," kata Menteri Sofyan Djalil usai pertemuan bilateral dengan delegasi Prancis di Jakarta, Kamis.

Selain penurunan anggaran pada 61 K/L, kata Sofyan, sebanyak 15 K/L justru mengalami penaikan anggaran yang signifikan.

Penambahan anggaran tersebut akan dialokasikan untuk kegiatan nonoperasional dan pembangunan pada tahun depan.

Menurut dia, penyesuaian anggaran untuk K/L karena adanya keinginan Presiden RI Joko Widodo untuk melakukan pendekatan anggaran berdasarkan program prioritas atau "money follow program" dengan nomenklatur yang jelas dan kerja sama integratif yang holistis.

"Supaya APBN mencapai sasaran yang diinginkan karena selama ini banyak komplain anggaran besar, manfaat pembangunannya tidak terlalu terasa," kata Sofyan.

Sementara itu, Pemerintah juga memtusukan untuk mengurangi anggaran belanja K/L dalam RAPBN Perubahan 2016, yakni sekitar Rp50 triliun.

"Pengurangan 'budget' Rp50triliun dan itu sudah ada ketentuannya, makin besar 'budget' makin besar pemotongan. Yang paling besar dipotong adalam Kementerian PU karena (anggarannya) besar sekali," kata Sofyan.

Ia mengatakan bahwa besarnya pemotongan tergantung pada besarnya anggaran. Pengurangan belanja K/L ini selanjutnya akan dirumuskan dalam rapat RAPBN-P 2016 dengan DPR pada bulan Mei mendatang. (Ant)
 
Pewarta :
Editor : Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar