Bandarlampung (ANTARA) - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto memastikan fokus penggunaan dana desa saat ini adalah kepada peningkatan kegiatan produktif di sektor perdesaan.
"Saat ini untuk penggunaan dana desa akan dikurangi untuk hal-hal konsumtif seperti pembagian sembako dan lainnya yang tidak mendukung produktifitas desa," ujar Yandri Susanto di Bandarlampung, Sabtu.
Ia mengatakan saat ini pengelolaan dana desa akan dimanfaatkan sebagai bentuk modal pokok bagi desa dalam mengembangkan usaha dan perekonomian desa.
"Dana desa ini bisa dikembangkan lagi seperti jadi modal pokok, lalu bisa mendapatkan laba melalui pengembangan misalkan desa produksi ikan nila. Sehingga dana desa tidak sekali pakai," katanya.
Yandri menjelaskan dengan adanya cara pengelolaan dana desa yang berbeda dari sebelumnya, maka masyarakat desa dapat lebih produktif.
Selain itu, dana desa juga dapat digunakan untuk penanganan hal lainnya seperti pengentasan kemiskinan ekstrem, program penanganan serta penurunan stunting, pengembangan BUMDes dan potensi desa, serta ketahanan pangan.
"Kalau selama ini dana desa sekali pakai bentuknya. Tapi ini bagaimana kita buat dana desa bersifat produktif dan berkembang dari tahun per tahun, sehingga semakin baik perputaran ekonomi di desa," ucap dia.
Menurut dia, pemerintah hingga triwulan III-2024 juga terus memfasilitasi pengembangan 142 BUMDes Bersama dan 1.484 BUMDes melalui pemberian bantuan.
"Kami juga mendorong BUMDes dan BUMDes Bersama untuk melakukan registrasi badan hukum guna meningkatkan ekonomi desa," tambahnya.
Mendes sebut fokus dana desa untuk kegiatan produktif desa
Saat ini untuk penggunaan dana desa akan dikurangi untuk hal-hal konsumtif seperti pembagian sembako dan lainnya yang tidak mendukung produktivitas desa