Pemprov Lampung akan beri santunan kepada keluarga korban SJ-182

id SJ-182,Sriwijaya,Korban Pesawat,Lampung,Kepala dinas perhubungan, Bambang sumbogo

Pemprov Lampung akan beri santunan kepada keluarga korban SJ-182

Anak dari korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 saat ikut menjemput almarhum ayahnya Sugiono Effendi di Terminal Kargo Bandara Radin inten II Probinsi Lampung (hijau). Rabu (27/2021). (ANTARA/Dian Hadiyatna)

Bandarlampung (ANTARA) -
 


Pemerintah Provinsi Lampung mengatakan bahwa akan memberikan santunan kepada keluarga korban kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 sebagai bentuk kepedulian kepada ahli waris yang ditinggalkan.


 


"Santunan ini juga merupakan bentuk perhatian Gubernur Lampung Arinal Djunaidi kepada warga yang sedang tertimpa musibah," Kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Bambang Sumbogo, di Lampung Selatan, Rabu.


 


Dia mengatakan bahwa Pemprov berharap dengan santunan yang diberikan tersebut akan sedikit membantu keluarga korban serta diharapkan ahli waris dapat mengatur keuangannya dengan baik guna masa depan.


 


"Santunan nanti akan kita berikan secara simbolis bersamaan dengan Jasa Raharja," kata dia.


 


Selain itu, perhatian Pemprov terhadap warganya yang menjadi korban SJ-182 juga ditunjukkan dengan melakukan koordinasi antara instansi terkait usai mengetahui ada tiga warga Lampung yang menjadi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air.


 


"Jadi pasca kecelakaan saya melaporkan kejadian itu kami disuruh memantau perkembangan pencarian korban hingga ketemu," kata dia.


 


Sementara itu Kepala Cabang PT Jasa Raharja Lampung, Margaret VS Panjaitan, mengungkapkan bahwa santunan kepada keluarga ke dua korban Sriwijaya Air sudah diberikan dengan cara ditransfer ke rekening ahli waris.


 


"Begitu ke dua almarhum teridentifikasi oleh DVI Mabes Polri, santunan langsung kami berikan ke keluarga korban dengan transfer, tapi nanti simbolisnya akan kami berikan bersamaan dengan santunan dari Pemperov," kata dia.
Pewarta :
Editor : Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar