Balai TNWK Lampung tegaskan tak pernah melepas buaya ke Sungai Way Penet

id Buaya muara way kambas, balai tnwk, buaya way kambas, buaya muncul di way penet

Balai TNWK Lampung tegaskan tak pernah melepas buaya ke Sungai Way Penet

Warga Desa Margasari Lampung Timur menunggu munculnya buaya di way penet dari atas perahu pada Senin (26/10) malam. Foto Antaralampung/Muklasin.

Lampung Timur (ANTARA) - Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah melepas  buaya  di sungai Way Penet tapi yang benar melepasliarkan di sungai Way Kanan. Sungai Way Kanan ini lokasinya berada di dalam hutan Way Kambas dan tidak terhubung dengan Sungai Way Penet.

"Buaya yang dari Provinsi Bali itu dilepas di sungai Way Kanan. Sungai Way Kanan tidak ada hubungannya dengan sungai Way Penet," ujar Humas Balai TNWK Sukatmoko di Lampung Timur, Selasa (27/10).

Baca juga: Petugas BKSDA tiba di Way Penet, untuk evakuasi buaya yang resahkan warga

Sukatmoko menjelaskan, Sungai Way Kanan dengan sungai Way Penet tidak saling terhubung, begitu pula dengan sungai lainnya.

Hulu sungai Way Kanan berada di tengah hutan dan hilirnya di laut Kuala Kambas.

Jarak antara Sungai Way Kanan dengan Way Penet pun sangat jauh. 

"Sehingga tidak mungkin kalau buaya dari Way Kanan migrasi lewat jalur darat atau lewat laut ke Way Penet, karena jaraknya sangat jauh," jelasnya. 

Dia memperkirakan, buaya yang muncul di alur Sungai Way Penet Desa Margasari dan alur sungai Kota Agung, Desa Kebon Damar,  alur sungai Desa Braja Emas Kecamatan Way Jepara adalah buaya dari alur sungai Way Penet yang mengarah ke Kecamatan Braja Selebah. 

"Alur sungai Way Penet dekat kawasan hutan yang mengarah ke Braja Yekti memang sejak dari dulu ada buayanya, kalau tidak percaya, bisa dicek warga yang di sana,"  terangnya. 

Baca juga: BKSDA tindaklanjuti munculnya buaya di alur sungai yang meresahkan warga Lampung Timur
Baca juga: Buaya muncul di Way Penet pada malam hari, jadi tontonan warga


 
Pewarta :
Editor : Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar