Gus War anjurkan pemerintah terus bangun komunikasi dengan tokoh adat Papua

id gus war kediri ,bangun komunikasi tokoh adat papua,konflik papua,damai papua,demonstrasi papua,unjuk rasa papua,papua,pa

Gus War anjurkan pemerintah terus bangun komunikasi dengan tokoh adat Papua

Pengasuh Pondok Pesantren Al Amin Ngasinan, Kota Kediri, Jawa Timur, KH Anwar Iskandar. (Antara Jatim/ Asmaul Chusna)

"Saya kira pendekatan hukum itu penting, tapi tidak selalu. Dimensinya jadi macam-macam....
Kediri (ANTARA) - Pengasuh Pondok Pesantren Al Amin Ngasinan, Kota Kediri, Jawa Timur, KH Anwar Iskandar menganjurkan agar pemerintah terus membangun komunikasi dengan tokoh adat Papua, agar berbagai masalah bisa segera diselesaikan.

"Dimensi politik, saya pikir keseriusan pemerintah dalam dialog dengan tokoh adat Papua harus dilakukan intensif, mereka didekati diajak bicara," kata Gus War, sapaan karib KH Anwar Iskandar di Kediri, Minggu.

Ia memberikan apresiasi pada berbagai sikap pemerintah dan aparat penegak hukum yang berupaya keras agar berbagai masalah di Papua segera diselesaikan.

Dirinya menegaskan bahwa hukum tidak boleh tebang pilih, baik sipil maupun aparat yang melanggar hukum harus ditindak.

"Saya kira pendekatan hukum itu penting, tapi tidak selalu. Dimensinya jadi macam-macam, karena itu yang penting bagaimana pendekatan hukum orang yang telah melakukan rasisme harus ditindak. Tidak boleh katakan hal rasis, dilarang agama dan negara. Itu mesti ditindak harus tegas. Siapa pun, sipil, TNI," ucap Gus War.

Ia juga menambahkan, pemerintah juga harus lebih memperhatikan tingkat kesejahteraan warga di Papua. Diharapkan, dengan adanya perhatian itu, ke depannya berbagai konflik bisa diselesaikan.

"Yakin aparat keamanan bisa atasi itu. Kita justru harus menguatkan kepercayaan masyarakat pada aparat jangan sampai ada konflik horizontal, bahkan disintegrasi memisahkan diri sampai ada. Indonesia punya UU, aturan, dan juga politisi yang akalnya masih sehat. Insya Allah bangsa kuat. Kita bangsa pejuang, mulai musuh Belanda, Jepang, PKI, separatisme dan kini tetap bersama, saling menghargai," tuturnya.

Ia dengan para ulama di Kediri ikut mendoakan agar Bangsa Indonesia tetap bersatu, utuh. Doa keselamatan bangsa digelar agar para pemimpin bangsa diberi kekuatan memimpin bangsa. Terlebih lagi, saat ini memasuki Tahun Baru Islam 1 Muharram 1441 Hijriah.

"Dekatkan diri ke Tuhan, kita akan ditolong. Indonesia beda dengan Timur Tengah," kata dia.
Pewarta :
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar