Choky Sitohang diprediksi tak lolos ke Senayan

id Choky Sitohang, Giring Nidji, KPU Jawa Barat

Choky Sitohang Di KPK Pembawa acara yang juga artis Choky Sitohang berada di ruang tunggu KPK, Jakarta, Kamis (19/3). Kedatangan Choky ke KPK untuk menjenguk Willy Sebastian Liem yang ditahan terkait kasus dugaan suap pengadaan zat tambahan bahan bakar Tetraethyl Lead (TEL) Pertamina 2004-2005. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Bandung (ANTARA) - Choky Sitohang dan Giring Ganesha Jumaryo diprediksi tidak lolos ke senayan sebagai anggota DPR RI karena suara yang didapat partai pengusungnya tidak melampaui ambang batas parlemen sebesar empat persen.



Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat Nina Yuningsih menjelaskan ‎berdasarkan hasil rekapitulasi suara diprediksi kedua artis itu gagal lolos ke Senayan meskipun keduanya mampu meraup banyak suara.



"(Mereka) kemungkinan tidak lolos, karena kemungkinan partainya tidak memenuhi ambang batas parlemen," kata Nina di Kantor KPU Jabar,  Bandung, Senin.



Choky Sitohang merupakan aktor dan pembawa acara televisi yang cukup terkenal di Indonesia. Dalam Pileg 2019 ini dia maju untuk DPR RI melalui Partai Persatuan Indonesia (Perindo) dari Dapil Jabar 1 yang meliputi Kota Bandung dan Kota Cimahi.



Berdasarkan hasil rekapitulasi suara pileg di KPU Jabar, Choky mendapat suara cukup banyak. Di Kota Bandung dia meraih 27.941 suara, di Kota Cimahi 10.191,  total memeroleh 38.132 suara di Dapil 1 Jabar.



Sedangkan Giring Ganesha Jumaryono yang terkenal sebagai vokalis Band Nidji, diusung oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Dapil Jabar 1. Dia berhasil mendulang 47.069 suara dengan rincian, Kota Bandung 40.125 suara dan Kota Cimahi 6.944 suara.



Saat ini KPU Jabar telah menetapkan proses rekapitulasi suara Pemilu 2019. Rekapitulasi  suara sudah dinyatakan sah, disaksikan oleh para saksi dari partai politik dan kedua tim sukses pasangan calon presiden.



Seharusnya KPU Jabar dijadwalkan menyampaikan hasil rekapitulasi di tingkat nasional pada Senin (13/5).



Namun berdasarkan surat edaran (SE) dari KPU RI, KPU Jabar diberikan satu hari untuk menyelesaikan rekapitulasi karena sebelumnya terhambat oleh keterlambatan Kabupaten Bekasi yang baru Senin menyerahkan hasil rekapitulasinya.

Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar