Haye Batal Melawan Bellew Karena "Kecelakaan Aneh"

id Tinju, David Haye, Kelas Berat

David Haye (kiri) dan Tony Bellew (kanan)sepakat melakukan pertarungan ulang (Reuters )

Manchester (Antara/Reuters) - Mantan juara dunia tinju kelas berat asal Britania David Haye membatalkan pertandingan yang telah dijadwalkan bulan depan dengan juara dunia kelas penjelajah Tony Bellew setelah menderita "kecelakaan aneh."
   
Bellew menghentikan kompatriotnya Haye pada ronde ke-11 ketika mereka bertemu pada Maret dan pertandingan ulang yang tiketnya telah habis terjual itu dijadwalkan berlangsung pada 17 Desember. Namun laga itu kini akan ditunda sampai Maret atau Mei.
        
Haye mengatakan ia menderita cedera otot bisep setelah terjatuh saat sedang berlatih di tangga.
        
"Saya merasa terpukul untuk mengumumkan pertandingan ulang saya melawan Tony Bellew harus ditunda sampai 24 Maret atau 5 Mei 2018, tergantung penjadwalan," kata Haye.
        
"Setelah kecelakaan aneh saat melakukan sesi pengondisian di tangga, yang telah saya lakukan ratusan kali tanpa insiden, saya kehilangan pijakan dan tergelincir," demikian bunyi pernyataan Haye.
        
"Saya secara insting menggenggam pegangan tangga untuk menghentikan saya jatuh dari tangga. Dengan melakukan hal itu saya entah bagaimana mencederai bisep saya."
   
"Saya menjalani prosedur untuk memulihkannya; itu langsung dilakukan dan dokter serta fisioterapis saya tidak ragu bahwa bukan hanya saya akan melakukan pemulihan penuh namun (saya) akan dapat kembali ke gym untuk memulai proses rehabilitasi lengan saya dalam dua pekan," kata petinju 37 tahun itu.
        
"Saya ingin meminta maaf kepada Tony, keluarganya, dan tim latihannya, serta kepada para penggemar kami yang telah kecewa," tambahnya.
        
Selain itu petinju Britania lain, mantan juara dunia kelas berat Tyson Fury, mengatakania akan senang dengan peluang untuk bertanding melawan Bellew. Fury berharap dapat kembali naik ring tahun depan saat persidangan Anti Doping Inggris telah mencapai kesimpulan.


ANTARA/REUTERS




Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar