Nabila Maharani diundang Pertina ikut kejuaraan tinju di Tajikistan

id pon papua, nabila maharani,kejuaraan tinju,tajikistan

Nabila Maharani diundang Pertina ikut kejuaraan tinju di Tajikistan

Ketua Pertina Lampung Heris Meyusef (ANTARA/Agus Wira Sukarta)

Jayapura (ANTARA) - Nabila Maharani, petinju putri asal Lampung yang meraih medali perak kelas layang pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, diundang PB Pertina untuk mengikuti kejuaraan tinju remaja di Tajikistan

"Tadi usai final Nabila melawan Endang petinju asal NTB, kami dihampiri Ketua Umum PB Pertina menyampaikan akan mengikutsertakan Nabila kejuaraan tinju di Tajikistan," kata Ketua Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina)  Lampung Heris Meyusef, di Jayapura, Rabu.

Ia mengatakan kejuaraan tinju remaja di Tajikistan rencananya digelar pada Desember 2021.

Pihaknya menyambut baik rencana PB Pertina yang akan mengikutsertakan Nabila ke kejuaraan tersebut.

Sebelumnya, lanjut dia, Pertina Lampung juga telah membuat jadwal melakukan uji tanding ke Dubai pada Agustus 2021.

Namun, lanjutnya, rencana itu batal karena adanya larangan masuk bagi negara yang memiliki kasus COVID-19 tinggi.

"Saat itu kasus COVID-19 di Tanah Air masih tinggi dan ada larangan masuk ke Dubai bagi negara dengan kasus virus corona tinggi," tambahnya.

Sementara itu, pada pertandingan tinju kelas layang putri, petinju Lampung Nabila Maharani kalah angka 1-4 dari petinju nasional Endang asal Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam final tinju Pekan Olahraga  Nasional (PON) XX Papua.

Petinju nasional Endang sukses mempertahankan medali emas kelas layang putri untuk kontingen NTB di PON Papua ini.
 
Dalam partai final yang dimainkan di GOR Cendrawasih, Kota Jayapura, Rabu, Endang berhasil mengatasi perlawanan petinju muda asal Lampung Nabila Maharani.

Bertemu petinju berusia 18 tahun itu, Endang memperlihatkan pengalamannya yang dua tahun lalu meraih medali perak SEA Games 2019 di Filipina, sehingga atlet tinju asal NTB itu memupus harapan petinju muda Lampung menyabet medali emas PON Papua.