Larangan mudik, polisi amankan truk pengangkut motor yang bawa 10 pemudik di Tangerang

id larangan mudik

Larangan mudik, polisi amankan truk pengangkut motor yang bawa 10 pemudik di Tangerang

Petugas kepolisian mengamankan satu unit kendaraan truk pengangkut (towing) sepeda motor yang juga membawa 10 pemudik pada Operasi Ketupat larangan mudik, di Gerbang Tol Cikupa, Kabupaten Tangerang. ANTARA/Azmi Samsul Maarif

Tangerang (ANTARA) - Petugas kepolisian mengamankan satu unit kendaraan truk pengangkut (towing) sepeda motor yang juga membawa 10 pemudik pada Operasi Ketupat larangan mudik di Gerbang Tol Cikupa, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Jumat malam.

Sebanyak 10 orang pemudik itu ditemukan oleh petugas saat bersembunyi di tengah-tengah bagian truk bersama dengan kendaraan yang diangkutnya.

Kasat PJR Tol Tangerang-Merak Korlantas Polri, AKP Deny Catur Wardana saat dikonfirmasi di Tangerang, Sabtu membenarkan bahwa adanya pengamanan terhadap 10 pemudik nekat tersebut.

"Ya betul, Ada 10 orang pemudik tujuan Pandeglang yang rencananya mau turun di Serang," katanya.

Ia menjelaskan dari ke 10 penumpang pada truk towing motor tersebut diketahui berangkat dari Jakarta yang hendak mudik ke kampung halamannya di wilayah Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

"Modus mereka naik di belakang dengan bersembunyi di tengah-tengah. Pada saat diperiksa ada orang yang duduk berjejer dan kemudian diarahkan untuk keluar oleh petugas," ujarnya.

Kemudian, setelah itu, petugas di lapangan membawa para penumpang ke posko untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan dengan di tes swab antigen dan hasilnya negatif.

"Langsung di swab antigen hasil semua negatif," ujarnya.

Dengan adanya kejadian itu, kata dia, pihaknya melakukan tindakan tegas penilangan kepada pengemudi truk pengangkut atau towing sepeda motor yang sesuai dengan pasal 303 UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan tentang pelanggaran mobil barang mengangkut orang.

"Untuk kendaraan kita tilang. Karena membawa yang tidak sesuai peruntukannya," kata dia.

Pewarta :
Editor : Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar